Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Imam As'Ari, NIM: 3722106Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittingi. Dengan judul penelitian: Upaya Optimalisasi Produksi Kelapa Sawit Melalui Efektivitas Dan Efisiensi Biaya Produksi Di Desa Lancat Kec. Lingga Bayu Kab. Mandailing Natal Kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi perekonomian Indonesia, namun produktivitas perkebunan rakyat sering kali belum optimal karena tingginya biaya produksi dan rendahnya efektivitas penggunaan input. Di Desa Lancat, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani kelapa sawit dengan luas lahan 1–2 hektar, namun hasil produksi per panen masih bervariasi (500–1.500 kg) dan cenderung di bawah potensi maksimal lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi produksi kelapa sawit melalui peningkatan efektivitas dan efisiensi biaya produksi, serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan petani untuk meningkatkan hasil produksi dan pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Desa Lancat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan petani kelapa sawit dan pengepul (toke), serta studi dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu petani yang aktif mengelola kebun dan memahami penggunaan biaya produksi. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit di Desa Lancat belum optimal akibat keterbatasan pupuk, ketidakstabilan curah hujan, biaya produksi tinggi, umur tanaman yang masih muda, serta serangan hama. Biaya pemupukan merupakan komponen biaya terbesar (3 kali/tahun), diikuti biaya tenaga kerja panen (2 kali/bulan). Petani yang rutin melakukan pemupukan, penyiangan, dan perawatan kebun cenderung menghasilkan produksi lebih tinggi dan stabil dengan kualitas TBS lebih baik. Strategi efisiensi biaya yang diterapkan meliputi pengaturan jadwal dan dosis pemupukan sesuai fase tanaman, pembelian pupuk bersama untuk mendapatkan harga lebih murah, penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta efisiensi penggunaan tenaga kerja. Kombinasi pengelolaan biaya yang efektif, optimalisasi input produksi, dan peningkatan kualitas TBS menjadi kunci peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan petani kelapa sawit di Desa Lancat.