Abstrak
Ledi Sutra, NIM. 2613.136, Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Bukittinggi, 2018 dengan judul: “Upaya Guru Bimbingan Konseling dalam Membina Karakter Disiplin Siswa di SMP N 2 Mapat Tunggul Selatan.” Adapun motivasi penulis melakukan penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena dimana para siswa banyak berkarakter tidak disiplin, para siswa melakukan pelanggaran dari aturan yang telah ditetapkan oleh sekolah ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan juga kurangnya kerjasama dengan personil sekolah lainnya. Hal ini tentunya menjadi masalah, untuk itu perlunya peran atau upaya para personil sekolah untuk membina karakter disiplin siswa, salah satunya guru Bimbingan Konseling sebagai pelaku utama dalam membina karakter disiplin siswa. Dalam penelitian ini penulis ingin melihat bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru BK dalam membina karakter disiplin siswa di SMP N 2 Mapat Tunggul Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yakni penulis akan menggambarkan realita yang terjadi di lapangan mengenai upaya guru bimbingan konseling dalam membina karakter disiplin siswa di SMP N 2 Mapat Tunggul Selatan. Informan dalam penelitian in terdiri dari informan kunci yaitu Guru Bimbingan Konseling dan informan pendukung yaitu siswa disekolah SMP N 2 Mapat Tunggul Selatan, adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasil penelitian terlihat bahwa upaya guru bimbingan konseling sudah dilakukan dengan memberikan layanan yang bersifat klasikal, memberikan penghargaan kepada siswa yang telah berperilaku normatif, memberikan sanksi bagi siswa yang beperilaku tidak normatif, kerjasama dengan pihak terkait meskipun belum maksimal karena banyak personil sekolah yang masih tidak peduli dengan pembinaan karakter disiplin, memberikan layanan konseling untuk memelihara dan mengembangkan disiplin siswa dan tindak lanjut yang dilakukan, namun itu belum maksimal. Hal ini disebabkan tidak adanya jam khusus untuk BK, dan longgarnya kerjasama guru bimbingan konseling dengan personil sekolah lainnya serta perilaku siswa yang memang sudah menjadi kebiasaan dalam melanggar aturan sekolah sehingga sulit untuk dibina. Penulis menyarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan jam khusus untuk BK supaya guru bimbingan konseling lebih optimal lagi memberikan layanan. Kepada siswa agar dapat menumbuhkan sikap yang berkarakter disiplin dalam kehidupan sehari-hari terkhusus disekolah.