Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MERLIN PUTRI

2 karya publik ditemukan.

2024: 12020: 1

ISBAT NIKAH POLIGAMI SIRRI DI PENGADILAN AGAMA SOLOK PERSPEKTIF MASLAHAH (STUDI PUTUSAN NOMOR 68/PDT.G/2021/PA.SLK)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini berjudul “Isbat Nikah Poligami Sirri Di Pengadilan Agama Solok Perspektif Maslahah (Studi Putusan Nomor 68/Pdt.G/2021/Pa.Slk)” ditulis oleh Merlin Putri, NIM 10122010 Program Studi Hukum Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Dajmil D.Jambek Bukittinggi. Isbat nikah merupakan suatu langkah yang dapat dilakukan para pihak yang perkawinannya tidak tercatat dan tidak memiliki bukti otentik. Munculnya isbat nikah menjadi solusi bagi masyarakat, akan tetapi bagaimana kalau isbat nikah malah menimbulkan perkara baru dalam suatu perkawinan seperti isbat nikah yang dikumulasikan dengan poligami sirri. Isbat nikah poligami sirri yang dikabulkan dikhawatirkan akan memberikan celah untuk para lelaki melakukan aksi poligami, akan tetapi di sisi lain apabila tidak di kabulkan akan menimbulkan mafsadat dan seperti melegalkan pernikahan sirri. Tesis ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait perkara isbat nikah poligami sirri di Pengadilan Agama Solok dan menganalisis secara yuridis terhadap putusan hakim terhadap isbat nikah poligami sirri yang ditinjau menurut maslahah. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reseacrh) dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan menggunakan teori maslahah yang menjadi pisau analisis penulis. Sumber data primer dalam penelitian ini adlaah putusan perkara Nomor: 68/Pdt.G/2021/PA.Slk. Teknik pengumpulan data dengan menganalisis Salinan putusan terhadap pertimbangan hakim dan data pendukung lain berkaitan dengan isbat nikah poligami sirri. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa, pertama. Hakim mengabulkan isbat nikah poligami sirri para pemohon dan memerintahkan KUA Lubuk Sikarah untuk mencatatkan pernikahan para pemohon. Hal ini tentu akan menimbulkan persepsi negatif dan positif dikalangan masyarakat, negatifnya yaitu masyarakat akan beranggapkan kalau pengadilan akan memberikan kemudahan nantinya dalam proses pelegalan nikah di bawah tangan, sedangkan dampak positifnya masyakarat akan mendapatkan buku nikah dan status pernikahannya diakui oleh negara. Kedua, dasar hakim dalam memutuskan perkara isbat nikah poligami sirri dalam perkara Nomor: 68/Pdt.G/2021/PA.Slk adalah karena pernikahan para pemohon telah memenuhi rukun dan syarat dalam perkawinan yang dasarkan kepada Pasal 14 KHI, dan demi kemaslahatan bagi para pihak dan anak, yang sesuai dengan kaidah fiqh yang berbunyi “Menolak kesusahan (madlarat) itu harus didahulukan (diutamakan) daripada mengambil kemaslahatan”. Ketiga, pertimbangan majelis hakim dalam memutuskan dan mengabulkan perkara Nomor: 68/Pdt.G/2021/PA.Slk jika ditinjau dari maslahahnya, dengan dilakukan isbat nikah akan memberikan kemaslahat bagi anggota keluarga untuk mendapatkan hak-hak sipil istri dan anak, seperti pengakuan status pernikahan yang dibuktikan dengan buku nikah dan akta kelahiran anak, serta untuk memelihara harta (hifdzul al-mal) dan memelihara keturunan (hifdzul al-nasb).

PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG JATUHNYA TALAK DI LUAR PENGADILAN AGAMA (Studi Kasus Nagari Koto Tuo Kec. IV Nagari Kab. Sijunjung)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul: PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG JATUHNYA TALAK DI LUAR PENGADILAN AGAMA (Studi Kasus Nagari Koto Tuo Kec. IV Nagari Kab. Sijunjung). Yang ditulis oleh Merlin Putri, Nim 1116.080. Fakultas Syariah Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syaksiyyah) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2020 M/1441 H. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemahaman masyarakat Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung tentang talak yang dilakukan di luar Pengadilan Agama. Adapun motivasi penulis mengangkatkan permasalahan ini adalah karena kegelisahan akademik yang muncul dari persoalan masih banyaknya masyarakat Nagari Koto Tuo yang melakukan talak di luar Pengadilan Agama. Padahal aturan tentang perceraian telah diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, sehingga mengantarkan peneliti untuk meneliti apa yang melatar belakangi masayarakat melakukan talak di luar Pengadilan Agama dan bagaimana pemahaman masyarakat terhadap talak yang dijatuhkan di luar Pengadilan Agama. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekat kualitatif, dengan metode pengumpulan data yaitu dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menghasilkan data mengenai pemahaman masyarakat tentang jatuhnya talak di luar Pengadilan Agama di Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Dari hasil temuan penelitian diketahui bahwa sebab/latar belakang banyaknya masyarakat mentalak istrinya tidak ke Pengadilan Agama adalah pemahaman masyarakat terhadap talak masih fikih klasik, perselingkuhan, ekonomi, perselisihan/pertengkaran/ ketidakcocokan, nikah sirri, pihak ketiga/ keluarga/ orang tua, serta cepat, mudah dan biayanya ringan. Pandangan masyarakat yang telah peneliti wawancarai terkait talak di luar Pengadilan Agama yaitu sebagian masyarakat memahami bahwa talak di luar Pengadilan Agama adalah sah, karena berpedoman kepada aturan agama/fikih, dan sebagian lain beranggapan sebaiknya talak itu dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama untuk mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.