2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
This article was written because rehabilitation sanctions for victims of drug abusers and addicts are not specified in Islamic criminal law in Indonesia. Because drugs are similarly intoxicating and mind-altering under Islamic criminal law, they are referred to (qiyased) as alcohol (khamr) and are punishable by flogging and ta’zir. Neither of the two sanctions addresses treatment or rehabilitation; instead, they emphasise physical penalties and the deterrent effect they have on alcohol-related offenses. The data for this library research was gathered from reference books, encyclopedias, papers, notes, and a variety of publications. This study can be concluded as follows: first, if the defendant is caught red-handed, evidence is found with the use of one day, a positive laboratory certificate for the use of drugs according to the investigator's request, a certificate from a government psychiatrist or psychiatrist appointed by the judge, there is no evidence that the person concerned is involved in the distribution of drugs for addicts. Second, in Islamic law, drugs are qiyased to khamr because the illat (reason) is both intoxicating and depriving the mind. If khamr is the punishment for drinking in Islamic criminal law, ta’zir is the punishment for drug addicts in positive Indonesian law (rehabilitation).</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p style="margin-left:54.0pt;">
</p>
<p>
</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Penelitian berjudul Religious Conflict and Regional Autonomy in chuch Establishment and Islamic Clothing in West Pasaman and Dharmasraya West Sumatra bertujuan:</p>
<p>
1. Untuk menggali potensi kerukunan dan konflik yang terjadi di Pasaman Barat dan Dharmasraya Sumatra Barat berkaitan dengan Pendirian Geraja dan Penerapan Perda Busana Muslim bagi Siswa di Sekolah.</p>
<p>
2, Memberikan rekomendasi kepada Pemda terkait untuk harmonisasi keberagamaan di Sumatra Barat </p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: "Noto Sans", -apple-system, BlinkMacSystemFont, "Segoe UI", Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, "Helvetica Neue", sans-serif; font-size: 14px;">This study aims to examine strategic roles of West Sumatran PITI (Persatuan Islam Tionghhoa Indonesia or Indonesian Chinese Islamic Association) in social, political, and religious contexts. This study traced the patterns of social relations within the internal Chinese Muslim community along with their social, political, and religious problems that often colour the life of this minority. The method used in this study is religious research with the approach of research on religion.</span></p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Menelaah Teori-teori Terjemah yang ada dan berbagai metodenya...</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span dir="RTL">لوصف إجراء ترجمة القرآن الكريم فى ضوء المكتشفات العلمية التى قام بها محمود يونس</span></p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Membantu masyarakat agar memiliki tempat ibadah refresentatif di Ampang Gadang, Agam</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang persoalan keagamaan berdasarkan tuntutan agama</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<img alt="" height="300px" src="https://e-campus.iainbukittinggi.ac.id/h/ecampus/tDhJZ2yVvEl9iduz6JrhDUWdZ0ngk9Tq.PNG" /></p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan beberapa makna al-kazib yg terdapat dalam al-quran</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
memberikan penilaian hafalan siswa smp islam raudhatul jannah</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
penelitian ini berjudul : "Pengaruh Imaratul Masjid [ Mushalla] [ Terhadap Akhlak al Karimah[ kepribadian ] Masyarakat Palatan Gaduik Til Kamang Gaduik"
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Validasi Hafalan 3 Juz/Lebih Tahap II Tahun 2022 Lajnah Tahfizhul Quran Kabupaten Tanah Datar merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar untuk memastikan hafalan anak-anak Tanah Datar
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Menghasilkan kader da'i yang memilikikemampuan untuk mengaktualisasikan konsep Islam yang moderat di tengah masyarakat </p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Penelitian ini bertujuan meberikan pemahaman bahwa makan lafadz al-Quran selalu dan senantiasa dan senantiasa sejalan dengan iptek yang sudaj teruji kebenarannya</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
kultum atau pengajian merupakan suatu cara bentuk yang sangat besar dalam rangka mengawal keagamaan sevitas akademik di kampus Masjid Ulul Albab UIN SMDD, judul yang saya sampaikan adalah tujuh yang mendapat perlingungan di akhirat kelak, diantaranaya adalah pemimpin yang adil, pemudu yang tumbuh dalam keta'atan, seseorang yang hatinya terpaut di masjid keluar dsn datang kembali , seseorang yang berteman karena allah bertemudan berpisah karena Allah, seseorang yang berzikir lalu menangis dan berlinang air matanya, seseorang yang dirayu oleh wanita yang cantik dan punya harta laulu laki- laki itu mengatakan saya takut pada Allah Set dan seseorang yang bersedekah tidak tahu tangan kirinya apa yang disedekahkan tangan kananya
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
menjadi khatib jumat </p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition.
Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah
264 Values Behind Osong Kapali Ceremony
el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022
Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition.
Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah
264 Values Behind Osong Kapali Ceremony
el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022
Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
This study describes the domination of local custom and religion behind the tradition of Osong Kapali among Sungai Patai community in Tanah Datar, Minangkabau, Indonesia during the decease of Datuak (the leader of ethnic group). It employs a qualitative method with observation, interviews, and documentation as research instruments. It revealed, for people, that the majesty of datuak is reflected on not only the time he receive the tittle but also the time he passes away. This ceremony is intended to honor the dead datuak. The tradition begins with baretong (planning), mangkaji adaik (discussing the tradition), mancabiak kain kafan (tearing the shroud), osong kapali (putting on the traditional fabric), marocak (spreading the coin along the way to Datuak grave), pidato alam (welcoming speech), and manigo ari (praying after the funeral procession). It contains values within, such as the leader’s majesty, datuak wisdom, and symbols of broad and clean thought. In addition, it holds sharia, educational, and social values. Osong kapali tradition is a combination of custom and religion represented in the ceremonial sequences which agree with the ideology of sarak basandi kitabullah, the Quran-based tradition.
Penelitian ini mendeskripsikan dominasi adat dan agama pada tradisi Osong Kapali yang dilakukan oleh masyarakat Nagari Sungai Patai kabupaten Tanah
264 Values Behind Osong Kapali Ceremony
el Harakah Jurnal Budaya Islam Vol. 24 No. 2, 2022
Datar di Minangkabau Indonesia ketika seorang datuak meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat kebesaran seorang Datuak tidak hanya tergambar pada upacara pengangkatan gelar namun juga pada saat seorang datuak tersebut tutup usia. Upacara adat ini bertujuan untuk penghormatan kepada seorang datuak yang meninggal. Upacara Osong Kapali dimulai dengan baretong (Perencanaan), mangkaji adaik (mendiskusikan adat), mancabiak kain kafan (merobek kain kafan), Osong Kapali, pemasangan kain adaik (Pemasangan kain adat), maroncak (Menyebar koin sepanjang perjalanan ke kuburan Datuak), pidato alam (Pidato), dan manigo hari (berdoa setelah upacara pemakaman). Terdapat nilai nilai seperti kebesaran seorang pemimpin, kebijaksanaan seorang datuak dan symbol pemikiran yang luas dan bersih. Selain itu terdapat nilai teologi yakni nilai syari’ah, pendidikan dan sosial. Osong Kapali ini merupakan kombinasi antara adat dan agama yang terlihat dari rangkaian pelaksanaannya sesuai dengan filosofi adat ”sarak basandi kitabullah”.