ANALISIS STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSTAINABILITAS BPRS DI SUMATERA BARAT DALAM UPAYA PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)
ANALISIS STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSTAINABILITAS BPRS DI SUMATERA BARAT DALAM UPAYA PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Alfian Magister Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur permodalan dan sustainabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Sumatera Barat terhadap sustainable development goals (SDGs). Penelitian ini menggunakan metode mix method yang mengumpulkan dan menganalisis data laporan keuangan BPRS se-Sumatera Barat periode 2019-2023. Populasi penelitian ini adalah 13 BPRS yang ada di propinsi Sumatera Barat dan sampel yang memenuhi kriteria ada sebanyak 7 BPRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur permodalan BPRS yang diukur dengan variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), nilai R-Squared Coefficient sebesar 0,991 atau 99%, P-value 0,015 dan t-hitung 2,551 lebih besar t-tabel. Sustainabilitas BPRS berpengaruh signifikan terhadap SDGs yaitu ROE positif dan signifikan sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan. Sustainabilitas BPRS yang diukur dengan variabel ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), nilai R-Squared Coefficient sebesar 0,991 (99%), P-value 0,013 dan t-hitung 2,619 lebih besar dari t-tabel. BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap SDGs dengan angka t-hitung –54,544 lebih kecil dari t-tabel dan nilai P-value hampir mendekati nol yang artinya peningkatan nilai BOPO akan menurunkan SDGs atau nilai PYD (pembiayaan yang disalurkan). Kontribusi teoritis dari penelitian ini adalah perluasan literature mengenai keterkaitan perbankan syariah khususnya BPRS dengan SDGs. Penelitian ini menambah pemahaman tentang bagaimana struktur permodalan dan sustainabilitas BPRS di Sumatera Barat dalam pencapaian SDGs. Secara praktis, temuan ini dapat digunakan oleh manajemen BPRS dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan permodalan dan sustainabilitas BPRS agar tetap bisa meningkatkan kontribusinya terhadap pencapaian SDGs, sekaligus memastikan keberlanjutan operasional mereka.