Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Penurunan Pendapatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pembayaran pada Pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) Studi Kasus BSI KC Sibolga

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berJudul "Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pembayaran pada Pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) (Studi Kasus Bank BSI KC Sibolga)" Di susun oleh Hasan Basri Sihombing NIM: 3322097 Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Perbankan syariah memiliki peran strategis sebagai lembaga intermediasi yang mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Meskipun program ini dirancang untuk memudahkan akses permodalan bagi pelaku UMKM, dalam praktiknya masih ditemukan kasus keterlambatan pembayaran angsuran oleh nasabah, sebagaimana terjadi pada pembiayaan KUR di Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Sibolga. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penurunan Pendapatan, Karakter Nasabah, dan Kejadian Tak Terduga terhadap Keterlambatan Pembayaran pada pembiayaan KUR, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif (explanatory research). Populasi penelitian mencakup seluruh nasabah pembiayaan KUR di BSI KC Sibolga yang berjumlah 375 nasabah, dengan sampel sebanyak 79 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis (uji t dan uji F), serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Penurunan Pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Keterlambatan Pembayaran (nilai signifikansi 0,594), sedangkan Karakter Nasabah (t=2,024; sig. 0,047) dan Kejadian Tak Terduga (t=11,740, sig. 0,001) terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan Kejadian Tak Terduga sebagai faktor yang paling dominan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Keterlambatan Pembayaran (F hitung = 108,065; sig. 0,001), dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,805, yang menunjukkan bahwa 80,5% variasi Keterlambatan Pembayaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara 19,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Karakter Nasabah dan Kejadian Tak Terduga merupakan faktor dominan penyebab keterlambatan pembayaran pembiayaan KUR, sedangkan Penurunan Pendapatan tidak memberikan pengaruh signifikan secara individual, meskipun ketiga variabel secara bersama-sama tetap memberikan kontribusi yang kuat terhadap keterlambatan pembayaran

8 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS MEKANISME PENYELESAIAN PEMBIAYAAN BERMASALAH MELALUI LELANG BARANG JAMINAN DALAM UPAYA MENGURANGI RESIKO PENURUNAN PENDAPATAN BANK (STUDI KASUS DI BSI KC IMAM BONJOL PADANG)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul "Analisis Mekanisme Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Melalui Lelang Barang Jaminan Dalam Upaya Mengurangi Resiko Penurunan Pendapatan Bank.", yang disusun oleh Jeni Vebrianti dengan NIM (3321384) Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) dibawah bimbingaan Ibu Dr. Hesi Eka Puteri, SE., M.Si. Adapun masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis mekanisme penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui lelang barang jaminan dan dampaknya terhadap pengurangan risiko penurunan pendapatan bank. Studi kasus dilakukan di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Imam Bonjol Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terkait mekanisme penyelesaian pembiayaan bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lelang barang jaminan merupakan salah satu mekanisme yang efektif dalam menyelesaikan pembiayaan bermasalah. Proses lelang dimulai dengan penilaian aset, pengumuman lelang, pelaksanaan lelang, dan penyerahan hasil lelang kepada bank. Melalui mekanisme ini, bank mampu mengurangi risiko penurunan pendapatan yang disebabkan oleh pembiayaan bermasalah. Penelitian juga menemukan bahwa keberhasilan lelang sangat bergantung pada penilaian aset yang akurat, transparansi proses lelang, dan kerjasama yan g baik antara pihak bank, debitur, dan lembaga lelang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lelang barang jaminan dapat menjadi solusi yang efektif dalam menangani pembiayaan bermasalah dan mengurangi risiko penurunan pendapatan bank. Rekomendasi yang diberikan antara lain adalah peningkatan kapasitas penilaian aset, peningkatan transparansi dalam proses lelang, penguatan kerjasama antara pihak-pihak terkait dalam proses lelang, Mencari solusi untuk kendala kendala yang sering terjadi di BSI KC Imam Bonjol Padang dalam penilaian aset dan proses lelang menjadi fokus utama dari rekomendasi ini

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail