Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Operating Capacity
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Corporate Social Responsibility, Leverage dan Operating Capacity Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Tahun 2019-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pengaruh Coeporate Social Responsibility, Leverage dan Operating Capacity Terhadap Finansial Distress Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Tahun 2019-2023” Disusun Oleh Cindy Vatika Amri NIM 3421075 Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djmail Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), leverage, dan operating capacity terhadap financial distress pada perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) selama periode 2019 hingga 2023. Financial distress merupakan kondisi ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya yang dapat mengarah pada kebangkrutan. Variabel CSR diukur menggunakan indeks pengungkapan berdasarkan GRI (Global Reporting Initiative), leverage menggunakan rasio debt to asset, dan operating capacity diukur melalui perbandingan antara total penjualan dengan total aset tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data diperoleh melalui laporan tahunan perusahaan yang menjadi sampel, yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah CSR diukur menggunakan indeks pengungkapan berdasarkan GRI (Global Reporting Initiative), leverage (rasio total utang terhadap total aset), dan operating capacity (rasio penjualan terhadap aset tetap). Sementara itu, variabel dependen adalah financial distress yang diukur melalui pendekatan Altman Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji parsial (t), variabel Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki nilai koefisien sebesar 1,361 dengan nilai signifikansi 0,118 (> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa CSR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap financial distress pada perusahaan yang terdaftar di ISSI periode 2019– 2023. Artinya, tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan belum menjadi indikator utama bagi pasar atau pemangku kepentingan dalam menilai potensi distress keuangan perusahaan. Variabel Leverage menunjukkan koefisien sebesar -12,512 dengan nilai signifikansi 0,000 ( 0,05). Nilai ini menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Semakin tinggi tingkat leverage (utang terhadap aset), maka semakin besar kemungkinan perusahaan mengalami financial distress. Dan variabel Operating Capacity memiliki koefisien sebesar 0,797 dengan nilai signifikansi 0,000 ( 0,05). Ini berarti operating capacity berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Semakin tinggi rasio penjualan terhadap aset tetap (yang mencerminkan efisiensi operasional), maka semakin tinggi pula risiko perusahaan mengalami financial distress.

5 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM), Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2018-2022)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Fira Aulia Putri Nim 3420008 Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM), Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2018-2022)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari Pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM), Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan dengan kondisi Financial Distress pada perusahaan manufaktur sub sektor Industri Dasar dan Kimia Terdaftar di BEI Tahun 2018-2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perusahaan sektor industri dasar dan kimia sering mengalami tekanan finansial yang mengarah pada kondisi finansial distress yang mempengaruhi stabilitas keuangan dan berujung delisting dari Bursa Efek Indonesia. Perusahaan delisting tersebut diketahui memiliki tingkat Operating capacity, pertumbuhan penjualan dan pengungkapan Enterprise Risk Management yang rendah. Penelitian ini dapat memberikan gambaran bagi perusahaan, agar dapat memperhatikan lagi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Financial Distress, sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Populasi yang digunakan adalah perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang berjumlah 72 perusahaan, dan sampel yang digunakan adalah 10 perusahaan dengan 5 tahun pengamatan, sehingga berjumlah 50 data. Teknis analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dengan bantuan SPSS. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM) tidak berpengaruh terhadap Financial Distress dengan nilai thitung ttabel yaitu -1,605 1,679. Kemudian Operating Capacity berpengaruh positif terhadap Financial Distress dengan nilai thitung > ttabel yaitu 3,391 > 1,679. Pertumbuhan Penjualan berpengaruh positif terhadap Financial Distress dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,160 >1,679. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan Enterprise Risk Management (ERM), Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan berpengaruh terhadap Financial Distress dengan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 8,784 > 2,81. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa meskipun Enterprise Risk Management (ERM) tidak mempengaruhi kondisi Financial Distress, serta Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan berpengaruh positif terhadap Financial Distress, hal ini tetap harus menjadi perhatian perusahaan karena kapasitas operasi dan pertumbuhan penjualan yang tinggi dapat meningkatkan Financial Distress, sehingga perlunya manajemen dan perencanaan yang lebih baik lagi.

6 dilihat · 8 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH LEVERAGE (DER), PROFITABILITAS (ROA) DAN OPERATING CAPACITY (TATO) TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (Study Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2017-2021)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pengaruh Leverage, Profitabilitas Dan Operating Capacity Terhadap Financial Distres (Study Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2017-2021)”. yang disusun oleh Dela Tia Jusi (NIM: 3419005). Skripsi mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Leverage, Profitabilitas dan Operaating Capacity Terhadap Financial Distress pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021 dengan menggunakan Statistict Package for the Social Sciences (SPSS). Dengan metode penelitian kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diperoleh dari website www.idx.co.id pada peusahaan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan dokumen-dokumen berupa laporan keuangan tahunan periode tahun 2017-2021. dan teknik analisis data dengan menggunakan Analisis Statistic Deskriptif, Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji Heterosledastisitas, Uji Regresi Linier Berganda, Uji Simultan F, Uji Parsial T, Uji Koefisien Determinasi. Berdasarkan kesimpulan hasil analisis diketahui Nilai signifikan pada Leverage sebesar 0,000 0,05 dengan thitung -4,862 ttabel 1.992, jadi variabel leverage berpengaruh negative signifikan terhadap kondisi financial distress. Nilai signifikan pada profitabilitas sebesar 0,000 0,05 dengan thitung 9.196 > ttabel 1.992. jadi variabel proditabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kondisi financial distress. Nilai signifikan pada Operating Capacity sebesar 0,000 0,05 dengan thitung 8,422 > ttabel 1,992, Jadi operating capacity berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress.

5 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail