Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Fira Aulia Putri Nim 3420008 Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM), Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress (Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2018-2022)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari Pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM), Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan dengan kondisi Financial Distress pada perusahaan manufaktur sub sektor Industri Dasar dan Kimia Terdaftar di BEI Tahun 2018-2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perusahaan sektor industri dasar dan kimia sering mengalami tekanan finansial yang mengarah pada kondisi finansial distress yang mempengaruhi stabilitas keuangan dan berujung delisting dari Bursa Efek Indonesia. Perusahaan delisting tersebut diketahui memiliki tingkat Operating capacity, pertumbuhan penjualan dan pengungkapan Enterprise Risk Management yang rendah. Penelitian ini dapat memberikan gambaran bagi perusahaan, agar dapat memperhatikan lagi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Financial Distress, sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Populasi yang digunakan adalah perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang berjumlah 72 perusahaan, dan sampel yang digunakan adalah 10 perusahaan dengan 5 tahun pengamatan, sehingga berjumlah 50 data. Teknis analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dengan bantuan SPSS. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM) tidak berpengaruh terhadap Financial Distress dengan nilai thitung ttabel yaitu -1,605 1,679. Kemudian Operating Capacity berpengaruh positif terhadap Financial Distress dengan nilai thitung > ttabel yaitu 3,391 > 1,679. Pertumbuhan Penjualan berpengaruh positif terhadap Financial Distress dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,160 >1,679. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan Enterprise Risk Management (ERM), Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan berpengaruh terhadap Financial Distress dengan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 8,784 > 2,81. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa meskipun Enterprise Risk Management (ERM) tidak mempengaruhi kondisi Financial Distress, serta Operating Capacity, dan Pertumbuhan Penjualan berpengaruh positif terhadap Financial Distress, hal ini tetap harus menjadi perhatian perusahaan karena kapasitas operasi dan pertumbuhan penjualan yang tinggi dapat meningkatkan Financial Distress, sehingga perlunya manajemen dan perencanaan yang lebih baik lagi.