Juri khatam Quran di MDTA Nurul Muthmainnah Masjid Taqwa Guguk Randah Kec. IV Koto Kab. Agam
<p> <font face="Verdana, Geneva, sans-serif"><span style="font-size: 15px;">Menilai bacaan al-Quran peserta khatam Quran</span></font></p>
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
<p> <font face="Verdana, Geneva, sans-serif"><span style="font-size: 15px;">Menilai bacaan al-Quran peserta khatam Quran</span></font></p>
<p> tujuan penelitian ini ingin melihat bagaimana hubungan islam dan adat dalam pemberian gelar adat terhdadap anak-anak yang melakukan khatam al-Qur'an di Minangkabau</p>
<p> tujuan penelitian ini ingin melihat bagaimana hubungan islam dan adat dalam pemberian gelar adat terhdadap anak-anak yang melakukan khatam al-Qur'an di Minangkabau</p>
ABSTRAK Tesis ini berjudul: Analisis Hukum Islam (‘Urf) terhadap Tradisi Khataman al Qur’an dan tahlilan pasca Kematian di Masyarakat Minangkabau (Studi di Nagari Lubuak gadang Timur Kec. Sangir Kab. Solok Selatan), yang di susun oleh Taufik Ismail, NIM 10124031 Program Studi Hukum Islam Pascasarjana, Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi khataman al-Qur’an dan tahlilan pasca kematian yang masih dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Nagari Lubuak Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Tradisi tersebut memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat, namun di sisi lain juga menimbulkan perdebatan mengenai kedudukannya dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi khataman al-Qur’an dan tahlilan pasca kematian, faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungannya, serta menganalisis kedudukannya dalam perspektif hukum Islam melalui pendekatan ‘urf. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh agama, ninik mamak, keluarga yang melaksanakan tradisi, serta masyarakat Nagari Lubuak Gadang Timur. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menggunakan teori ‘urf dalam hukum Islam sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khataman al-Qur’an dan tahlilan pasca kematian dilaksanakan sebagai bentuk doa bagi almarhum sekaligus sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Keberlangsungan tradisi ini dipengaruhi oleh kuatnya keyakinan masyarakat terhadap manfaat doa untuk mayit, peran tokoh agama dan adat, budaya gotong royong, serta upaya menjaga identitas budaya dan keagamaan masyarakat Minangkabau. Dari perspektif hukum Islam, tradisi khataman al-Qur’an dan tahlilan dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih, karena mengandung nilai-nilai yang tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah serta memiliki kemaslahatan dalam aspek spiritual dan sosial. Namun demikian, unsur-unsur yang dapat menimbulkan pemborosan, beban ekonomi, atau gengsi sosial perlu dihindari agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan tujuan syariat Islam.
Program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Skripsi ini diberi judul "Tradisi Khataman Tafsir Jalalain (Studi Living Qur'an di Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan)." Sejak zaman Nabi Muhammad, manusia telah berupaya mengkhatamkan Al-Qur'an. Sebagaimana diketahui, kitab Tafsir Jalalain telah membentuk tradisi khatam Al-Qur'an. Tradisi ini dipraktikkan di salah satu pondok pesantren yang ada di Desa Guci, Lubuk Pandan, Kecamatan 2X11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yaitu Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan. Hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji sejumlah isu, termasuk sejarah, prosesi, dan resepsi pengkhataman Tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif dan metodologi resepsi yang dikembangkan oleh Ahmad Rafiq digunakan dalam studi lapangan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Khataman Tafsir Jalalain popular di PPMU Lubuk Pandan. Khataman ini dilakukan di dua bulan di tahun hijriyah yaitu bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Khataman ini hanya memiliki perbedaan saat waktu pelaksanaannya saja. Khataman di bulan Rajab dilakukan setelah sholat isya yaitu jam 20:15 WIB sampai 01:00 atau 02:00 WIB lebih. Sedangkan, khataman di bulan Ramadhan dimulai setelah sholat maghrib yaitu dimulai jam 19:15 sampai lebih 23:00 WIB. Dalam mengkhatamkan Tafsir Jalalain, ada 3 metode yang digunakan yang disebut dengan maulang tigo kali. Khataman ini ditargetkan sebelum malam ke 20 Ramadhan dan disambut malam Nuzulul Qur'an dan ditutup dengan berdo'a dan berbuka bersama. Khataman ini merupakan syarat untuk mendapatkan gelar tuangku. Dengan adanya khataman ini, para peserta serta pemimpin khataman mendapatkan pemahaman yang luas tentang Al-Qur'an.
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur'an pada upacara kematian di nagari Muara Kiawai, Kab. Pasaman Barat. Tradisi ini sangat menarik untuk diteliti karena jarang ditemukan di tempat lain. Keunikannya terletak pada pada pelaksanaan dua tradisi sekaligus dalam satu waktu. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari persoalan tentang prosesi serta makna tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur'an pada upacara kematian di nagari Muara Kiawai, Kab. Pasaman Barat. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (field research) menggunakan pendekatan living Qur'an dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori makna sosiologi Karl Mannheim dari praktek tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur'an yang dilakukan oleh masyarakat di nagari Muara Kiawai pada upacara kematian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur'an merupakan dua tradisi yang dilakukan pada upacara kematian yaitu pada malam ketiga setelah meninggalnya seseorang tepatnya setelah shalat Isya'. Tradisi tersebut berdiri sejak tahun 1700 Masehi. Tradisi mambilang batu merupakan praktek tradisi dengan membacakan ayat Al-Qur'an terhadap batu atau diartikan oleh masyarakat Muara Kiawai dengan artian menghitung batu, zikir batu dan wasilah batu. Selanjutnya khatam Al-Qur'an diartikan menamatkan Al-Qur'an, menutup, mengakhiri, bacaan Al-Qur'an. Adapun pelaksanaan tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur'an memiliki beberapa tahapan mulai dari persiapan, pelaksanaan, penutupan, dan peletakan batu dan penyiraman air di atas kuburan. Ayat-ayat yang dibacakan pada pelaksanaan prosesi mambilang batu dan khatam Al-Qur'an yaitu dimulai dengan membaca ta'awuz dan basmalah, Al-Fatihah, Shalawat nabi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian membaca kembali surah Al-Ikhlas yang di khususkan terhadap batu putih dengan membaca satu surah Al-Ikhlas untuk satu batu, membaca tahtim, tahlil, pembacaan surah Adh-dhuha sampai surah An-Naas khusus khatam Al-Qur'an yang dilakukan secara bergiliran, terakhir membaca do'a tahtim dan tahlil. Kemudian tradisi ini dianalisis menggunakan teori makna sosiologi Karl Mannheim, maka ada tiga teori makna yang diperoleh yaitu: (1) Makna Objektif, tradisi yang wajib dilakukan ketika ada salah seorang masyarakat yang meninggal dunia. Tradisi ini dilaksanakan dua tradisi sekaligus dalam satu waktu. (2) Makna Ekspresif, tradisi diyakini oleh masyarakat sebagai penghormatan terhadap almarhum/ah, penghibur keluarga duka, memberi ketenangan, sebagai sedekah kepada almarhum/ah, do'a dan harapan. (3) Makna Dokumenter, tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun mulai dari nenek moyang terdahulu sejak tahun 1700 Masehi sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Nagari Muara Kiawai.
Hamadi Apriko, 2121288, Judul Skripsi “Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Khatam Al-Qur’an di Nagari Pasia Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam”. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Pelaksanaan tradisi Khatam Al-Qur’an di Nagari Pasia merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki keunikan tersendiri karena telah berlangsung lebih dari 80 tahun dan dilakukan secara kolektif setiap Hari Raya Idul Fitri. Keunikan ini terletak pada pelibatan seluruh unsur masyarakat mulai dari anak-anak MDTA, tokoh agama, hingga perantau dalam rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial yang berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni menamatkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang membentuk karakter generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Khatam Al-Qur’an di Nagari Pasia, serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat, guru MDTA, panitia, orang tua wali murid, dan peserta, serta dokumentasi kegiatan. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa tradisi Khatam Al-Qur’an yang dilaksanakan di Nagari Pasia mengandung nilai pendidikan akidah dalam bentuk pembentukan iman dan cinta Al-Qur’an sejak dini, nilai ibadah melalui praktik ibadah dalam pelaksanaan acara, serta nilai akhlak dalam bentuk penghormatan kepada orang tua, guru, dan solidaritas sosial. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk pendidikan nonformal yang efektif dalam mempertahankan identitas keislaman di tengah arus globalisasi.
ABSTRAK Sultan Syah, NIM 4118041, Judul Skripsi: “TRADISI KHATAM AL-QUR’AN DI KUBURAN PASCA ORANG MENINGGAL (STUDI LIVING QURAN DI DESA REULUI MANGAT KABUPATEN PIDIE JAYA ACEH)”, Program Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2022 M. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktek pembacaan al-Qur’an yaitu berupa tradisi khatam al-Qur’an di kuburan pasca orang meninggal. Tradisi khatam al-Qur’an tersebut dilakukan di Desa Reului Mangat Kabupaten Pidie Jaya Aceh. Sebenarnya terdapat banyak sekali tradisi khatam al-Qur’an yang dilakukan oleh masyarakat nusantara. Seperti adanya tradisi khatam kaji yang di lakukan oleh masyarakat Sumatra Barat, dan ada juga tradisi Mappanre Temme yang dilakukan oleh masyarakat Bugis yang ada di Sulawesi Selatan. Akan tetapi berbeda dengan kedua tradisi tersebut, di Desa Reului Mangat terdapat sebuah tradisi khatam al-Qur’an yang mana dalam pelaksanaannya di lakukan tepat di samping kuburan pasca orang meninggal. Berangkat dari fenomena yang terjadi di desa Reului mangat Kabupaten Pidie Jaya Aceh ini, sangat tertarik rasanya untuk meneliti atas fenomena yang terjadi dalam tradisi khatam al-Qur’an di kuburan pasca orang meninggal. Yaitu berupa bagaimana prosesi khatam al-Qur’an dan bagaimana makna dari tradisi khatam al-Qur’an di kuburan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif, yang mana dengan ini akan memberikan gambaran bagaimana prosesi khatam al-Qur’an di kuburan pasca orang meninggal serta menjelaskan bagaimana pemaknaan masyarakat dari khatam al-Qur’an di kuburan tersebut. Informan dalam penelitian ini ialah orang yang melakukan tradisi khatam al-Qur’an tersebut dan orang masyarakat yang mengetahui tentang tradisi khatam al-Qur’an di kuburan tersebut. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu: pertama, prosesi khatam al-Qur’an tersebut dimulai ketika ada orang yang meninggal dan pihak keluarga yang berduka ingin mengadakan khatam al-Qur’an di kuburan atau juga bisa berupa wasiat dari orang yang meninggal tersebut. jumlah hari pelaksanaannya yaitu tergantung dari permintaan keluarga yang berduka yaitu ada yang 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari. 5 hari, 6 hari, 7 hari, bahkan ada yang sampai 40 hari. tempat pelaksanaannya yaitu di samping kuburan. Upah yang di berikan untuk para peserta khatam al-Qur’an di kuburan biasanya dikasih ketika selesai praktik khatam al-Qur’an tersebut. tetapi ada juga yang memberikan upah tersebut perharian. Untuk tata cara mengajinya ialah dengan cara bergantian di mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat An-Nass. Dan acara khatam al-Qur’an tersebut ditutup dengan samadiyah dan doa bersama. Kedua, pemaknaan khatam al-Qur’an di kuburan sebagai salah satu cara untuk menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dan juga supaya orang yang di dalam kubur di berikan keselamatan.
The background of this research is that in Minangkabau boys and girls must be good at reading the qur’an. This is marked by the celebration of the khatam al-Qur’an and awarding of cutomary titles.the awarding of adat titles is usually given tomen who are adults,but in bukittinggi,the awarding of adat titles is actually given to children who violatethe general conception according to adat in minangkabau. So the purpose of this study is tofind out the procession of giving customarry titles tochildren of khatam alquran, to find out the distinction and history of giving cutkomary titles to children of khatam alquran in minangkabau. This research includes field research (field research ) by diging information through observation, indeptinterviews to informants who have been determined. From the results of the study, information was obtained that the process of giving customary titles to children who completed the Qur’an was given through a process of deliberation between mamak (the oldest male in the tribe) of boys who had completed the Qur’an and bako (relatives of the father) granting customary titles during or before the celebration of the khatam qur’an is carried out. The distinction between giving customary titles to children who complete the qur’an is to glority the child and is a forms of traditional and religious ties. There are 2 versions of the origin of giving customary titles to khatam quran children in Minangkabau. The first was when the events of the second padri war occurred at the sati bukit marapalam oath incident which gave birth to the traditional philosophy of adat basandi syara’ , syara’ basandi kitabullah.
Skripsi ini berjudul “Strategi Orang Tua dalam Membiasakan Anak Membaca Al-Qur’an Setelah Khatam Al-Qur’an di Kelurahan Tigo Koto Diate (Tarok) Kota Payakumbuh” yang disusun oleh Nurul Afifah, Nim.2117.024 pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Bukittinggi. Pembelajaran Al-qur’an merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan ditumbuh kembangkan bagi setiap individu muslim. Sehingga orang tua memiliki kewajiban dan peran mulia dalam meningkatkan minat baca Al-quran anak. Dalam hal itu tentu orangtua memiliki beberapa strategi dalam membiasakan anak membaca Al-qur’an. Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan yaitu walaupun anak-anak telah selesai khatam al-qur’an, namun masih banyak anak-anak yang tetap giat dan semangat untuk membaca al-quran setiap harinya, masih ada orang tua yang berusaha membiasakan anaknya untuk membaca al-quran setelah khatam quran, dan masih ada beberapa anak yang mencapai prestasi baca al-quran ketika setelah khatam quran. Dari permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana strategi yang dilakukan oleh orangtua sehingga anaknya masih tetap membaca al-quran setelah khatam al-quran di kelurahan Tigo Koto Diate (Tarok) Kota Payakumbuh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian kualitatif dimana peneliti mengamati dan berpartisipasi secara langsung di lokasi tempat data berada, yang datanya diperoleh langsung dari orang yang ditelitinya. Adapun lokasi penelitian dilakukan yaitu di Kelurahan Tigo Koto Diate (Tarok) Kota Payakumbuh Kecamatan Payakumbuh Utara. Informan penelitian ini yaitu informan kunci yang diambil dari orang tua, dan informan pendukung dari anak yang telah melaksanakan khatam Al-Qur’an dan guru MDTA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data yang memilih data terlebih dahulu, setelah itu display data yang mana setelah data dipilih, dirangkup dan disimpulkan serta dipaparkan, kemudian verivikasi data yaitu mengambil kesimpulan dari data yang telah dianalisis, dan teknik keabsahan data yang digunakan yaitu dengan membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka diketahui bahwa strategi yang dilakukan oleh orang tua untuk membiasakan anaknya membaca Al-Qur’an setelah khatam Al-Qur’an adalah dengan memberikan perhatian terhadap kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an, memberikan peraturan dalam membaca Al-Qur’an kepada anak, lalu memberikan pendisiplinan dalam membaca Al-Qur’an kepada anak, selanjutnya juga memberikan hadiah saat anak rajin membaca Al-Qur’an serta memberikan hukuman saat anak malas membaca Al-Qur’an.
Skripsi ini atas nama Lestari, Nim 2117182, Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (IAIN) Bukittinggi, dengan judul “Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Minat Anak Dalam Memnabaca Al-Qur’a Pasca Khatam Al-Qur’an Di Jorong Cupak, Kenagarian Pakan Sinayan, Kec.Banuhampu, Kab.Agam.” Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam menumbuhkan minat membaca Al-Qur’an anak pasca khatam Al-Qur’an tahun 2017 di Jorong Cupak, Kenagarian Pakan Sinayan, Kec.Banuhampu, Kab.Agam. yang menjadi permasalahannya adalah banyak dari anak pasca khatam Al-Qur’an tahun 2017 yang sudah tidak lancar lagi dalam membaca Al-Qur’an, hal ini di buktikan ketika Jorong Cupak melakukan program magrib mengaji yang mana anak pasca khatam Al-Qur’an tahun 2017 tidak mau ikut mengaji karena mereka mengakui bahwa sudah idak fasih lagi dalam mengaji. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat penelitian lapangan, (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam penelitian ini penulis menggambarkan masalah yang ada di lapangan sesuai dengan fakta-fakta yang penulis temukan dilapangan. Teknik pengumpulan data nya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulis memanfaatkan informan kunci, utama dan pendukung untuk mendapatkan data. Kemudian penulis melakukan analisis data dengan deskriptif analitik. Penulis menggunakan triagulasi data sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa peran orang tua di Jorong Cupak, Kenagarian Pakan Sinayan, Kec.Banuhampu, Kab.Agam sudah terlaksana dengan baik walaupun belum pada taraf yang optimal, peran orang yang diantaranya adalah memberikan bimbingan, pembiasaaan, memberikan dorongan, memberikan pengawasan, menyediakan sarana dan prasarana, dan memberikan hukuman dan hadiah. Kendala yang dihadapi oleh kedua orang tua adalah pertama dari eksternalnya seperti gaged dan teman sejawat. Kedua orang tua belum sepenuhnya dalam melakukan peran kepada anaknya. Kedua hal ini sangat terpengaruh kepada meningkatnya minat baca Al-Qur’an anak.