Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Collaborative Learning
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING DENGAN PADLET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI PONDOK PESANTREN AL-MA’UN MUHAMMADIYAH BARINGIN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

M. Firly. 2026. Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Learning dengan Padlet terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Al-Ma’un Muhammadiyah Baringin. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. ​Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak yang ditandai dengan kurangnya antusiasme dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Collaborative Learning dengan Padlet terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di Pondok Pesantren Al-Ma’un Muhammadiyah Baringin. ​Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 14 siswa dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 30 dari 35 butir pernyataan dinyatakan valid, sedangkan hasil uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,981 sehingga instrumen dinyatakan sangat reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS versi 20.0. ​Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari 60,143 pada pretest menjadi 98,572 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata sebesar 38,43 poin. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa, penerapan model pembelajaran Collaborative Learning dengan Padlet berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Al-Ma’un Muhammadiyah Baringin. Dengan demikian, model pembelajaran Collaborative Learning dengan Padlet dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak dengan tetap memperhatikan karakteristik, kebutuhan belajar peserta didik serta, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Kata Kunci: Collaborative Learning, Padlet, Motivasi Belajar.

4 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALYSIS OF PEER INTERACTION ON SPEAKING SKILLS IN CLASS 10 MAN 2 BUKITTINGGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT Neci Oparianti,2321023. Analysis Peer Interaction On Speaking Skill In Class 10.E 2 MAN 2 Bukittinggi. Thesis, English Education Departement. FTIK UIN Sjech M. Djamil DjambekBukittinggi. Speaking is a crucial skill for students in developing their ability to interact and express thoughts clearly during the learning process. In Class 10 of MAN 2 Bukittinggi, peer interaction has been intentionally incorporated into English speaking activities to enhance communication skills. This interaction takes the form of group discussions, pair work, and peer-based activities that promote a safe and encouraging environment for students to practice speaking. The teacher facilitates opportunities for students to learn from one another, build confidence, and engage actively in conversations without fear of making mistakes. Through this collaborative setting, learners can exchange feedback and support each other’s progress in using English for real communication purposes. This study employed a qualitative research approach to explore and understand how peer interaction influences students’ speaking skills in a real classroom context. Data were collected through classroom observation and interviews with students and teachers. The focus was on examining the types of peer interaction used and how these contributed to speaking development. By observing natural behavior and collecting detailed responses, the researcher gained insights into students’ lived experiences, how they interact with peers, and how these interactions affect their speaking confidence and fluency. The findings revealed four main types of peer interaction commonly practiced: collaborative interaction, cooperative learning, peer tutoring, and peer modeling. Collaborative discussion appeared most frequently, where students shared equal roles and contributed ideas in a balanced way. Peer tutoring and modeling allowed less proficient students to learn from stronger peers, while cooperative learning involved structured tasks that encouraged teamwork. Students expressed greater ease and willingness to speak in English when interacting with friends rather than under direct teacher supervision. These results highlight that well-designed peer interaction enhances students' confidence, reduces anxiety, and promotes more natural and fluent speaking performance in the classroom.

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MODEL COLLABORATIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 1 SASAK RANAH PESISIR TAHUN PELAJARAN 2023/2024

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Anisa Andrayani (2417066): “Pengaruh Model Collaborative Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sasak Ranah Pesisir” Peneliti ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan yang ditemukan dikelas VIII SMPN 1 Sasak Ranah Pesisir bahwa rendahnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hal ini diduga membuat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa banyak dibawah kriteria cukup. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan model collaborative learning dalam pembelajaran matematika. Model pembelajaran ini diduga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model collaborative learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional kelas VIII SMPN 1 Sasak Ranah Pesisir”. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian the static group comparison design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 1 Sasak Ranah Pesisir. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, dan uji homogenitas pada data populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.4 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian adalah lembar observasi tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji t. Dari hasil analisis data tes kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan uji t diperoleh t_hitung= 2,290 > t_tabel = 1,673, sehingga H_0 ditolak. Untuk pengujian software SPSS pada taraf nyata α = 0,05 diperoleh sig = 0,026, berarti sig α, sehingga H_0 juga ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa Model Collaborative Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada kelas VIII SMPN 1 Sasak Ranah Pesisir tergolong aktif dan lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 1 Sasak Ranah Pesisir Tahun pelajaran 2023/2024.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail