ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
PELAKSANAAN KEWENANGAN BADAN PERMUSYAWARATAN NAGARI (BPN) DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI NAGARI SUNGAI DURIAN
Abstrak
Dalam penyelenggaraan pemerintahan suatu nagari akan tersusun dan semakin terarah lebih baik bahkan lebih maju apabila di berbagai lapisan masyarakat nagari, menunjukkan kesadarannya terhadap pemerintahan nagari yang didampingi oleh badan permusyawaratan nagari (BPN) sebagai lembaga perwakilan rakyat di tingkat nagari. Apabila BPN menjalankan fungsinya dengan baik, maka masyarakat akan merasa terwakili kepentingannya, sehingga dapat diwujudkan pemerintahan nagari yang lebih disiplin dan mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian penyelenggaraan pemerintahan nagari haruslah mengacu pada aturan pemerintahan yang ditetapkan oleh wali nagari beserta badan permusyawaratan nagari sebagai lembaga perwakilan yang dalam pemerintahan nagari diharapkan benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana yang telah ditetapkan.Tugas dan wewenang dari badan permusyawaratan nagari ditetapkan dalam peraturan daerah, yang meliputi: menetapkan peraturan nagari bersama dengan wali nagari, mengusulkan pengesahan pengangkatan dan pemberhentian wali nagari, bersama dengan wali nagari menetapkan anggaran pendapatan dan belanja nagari, melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan nagari dan peraturan perundang-undangan lainnya dan terhadap pelaksanaan keputusan wali nagari,terhadap anggaran pendapatan belanja nagari (APBNagari),terhadap kebijakan pemerintahan nagari,tehadap pelaksanaan kerjasama yang dilakukan oleh nagari, memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian yang akan dilaksanakan apabila menyangkut dengan kepentingan nagari. Pelaksanakan kewenangan ini terutama dalam pembentukan peraturan nagari masih terkendala. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pengalaman anggota BPN tentang perancangan peraturan nagari. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan dari pemerintah daerah melalui pelatihan atau workshop mengenai hal tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Raudhatul Azmi, NIM 3222042, Program Studi Ekonomi Islam, Judul Skripsi “Peran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Jorong Kampung Tangah, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kec. Sangir, Kab. Solok Selatan)”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kemiskinan yang berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah melaksanakan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) guna membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti masih adanya masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, bantuan yang diterima belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, keterlambatan penyaluran bantuan, serta distribusi bantuan yang belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan dampak Program BPNT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ditinjau dari perspektif ekonomi Islam di Jorong Kampung Tangah, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan utama yaitu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program BPNT, informan pendukung yaitu pendamping BPNT dan Kepala Jorong Kampung Tangah, serta informan tambahan yaitu masyarakat Jorong Kampung Tangah. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program BPNT memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, menjaga stabilitas ekonomi keluarga, serta membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga. Selain itu, program BPNT memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terlihat dari kondisi pendapatan keluarga, konsumsi dan pengeluaran rumah tangga, kondisi tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan transportasi masyarakat yang menjadi lebih terbantu setelah menerima bantuan. Namun, program BPNT juga menimbulkan dampak negatif berupa kecemburuan sosial dan ketergantungan sebagian masyarakat terhadap bantuan pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Program BPNT berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat dan memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek kesejahteraan masyarakat. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, program BPNT mencerminkan prinsip ta’awun, keadilan sosial, dan kemaslahatan karena membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup secara layak serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul “Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus: Kel. Nai Pos-Pos Barat, Kec. Sorkam)”, ini disusun oleh Evi Dwi Anita Simatupang dengan NIM 3222026 Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi program bantuan sosial sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Fokus utama studi ini adalah menganalisis pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Nai Pos-Pos Barat, Kecamatan Sorkam, melalui tinjauan ekonomi Islam serta pengaruhnya terhadap kondisi kesejahteraan penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana prinsip ketepatan sasaran telah diimplementasikan sesuai nilai-nilai syariah dan bagaimana bantuan tersebut berdampak secara riil terhadap pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus riset lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitia ini adalah data primer dan sekunder dengan informan penelitian kepada berbagai pihak terkait, meliputi perangkat kelurahan, agen E-Warung, hingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Teknik pengumpulan data daam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, data yang sudah diperoleh lalu dianalisis menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data penarika kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program BPNT telah membantu meringankan beban pengeluaran pangan masyarakat, yang sejalan dengan konsep falah (kesejahteraan) dalam ekonomi Islam. Namun, kendala administratif berupa ketidakakuratan data pada sistem DTKS masih menjadi hambatan utama yang memicu ketidaktepatan sasaran. Kesimpulannya, penguatan pengawasan dan transparansi data menjadi syarat mutlak agar distribusi bantuan dapat mewujudkan keadilan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Efektivitas Program Bantuan Non Tunai (BPNT) Dalam Menanggulangi Kemiskinan Menurut Perspektif Syariah Di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Kabupaten Padang Pariaman”. Disusun oleh Riva Wilia Yanti, Nim 3220065 Mahasiswa prodi Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Kecamatan VII Koto Sungai Sarik adalah salah satu Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 37.289 jiwa yang terbagi dalam 11.624 KK dan mata pencaharian utama masyarakatnya yaitu petani dan pedagang. Kecamatan VII Koto Sungai Sarik salah satu Kecamatan yang masyarakatnya banyak menerima bantuan BPNT. Dengan meningkatnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bantuan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini, menandakan bahwa ada permasalahan dalam pengentasan kemiskinan di Kecamatan tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Responden penelitian ini adalah pihak Kantor Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman, Pemerintah Desa Balah Aia Timur dan masyarakat penerima bantuan BPNT berjumlah 100 orang. Wawancara dilakukan bersifat santai dan tidak rumit, pertanyaan yang diajukan juga tidak bersifat mengintrogasi melainkan hanya untuk memperoleh data yang diinginkan guna menyelesaikan penulisan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman berjalan sangat efektif. Dengan hasil rasio efektivitas tahun 2019 sebesar 90 % dengan kriteria efektif, tahun 2020 dan 2021 sebesar 88 % dengan kriteria cukup efektif ,tahun 2022 sebesar 111 % dengan kriteria sangat efektif, dan tahun 2023 sebesar 101 % dengan kriteria sangat efektif.