ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas pentingnya penerapan analisis Break Even Point (BEP) pada usaha pembibitan sayuran Kelompok Caruak Indah Nagari Padang Laweh. Usaha pembibitan tersebut sebelumnya belum memiliki perencanaan laba yang jelas karena penentuan harga jual masih berdasarkan perkiraan dan mengikuti harga pasar tanpa perhitungan biaya produksi secara rinci. Hal ini menyebabkan pelaku usaha kesulitan memahami kondisi keuangan, memisahkan biaya tetap dan biaya variabel, serta menentukan batas minimal produksi agar tidak mengalami kerugian. Jenis penelitian ini merupakan analisis Lapangan. Penelitian ini dilakukan di pembibitan sayuran Kelompok Caruak Indah Nagari Padang Laweh. Informan dari penelitian ini dilakukan oleh saudara Rahul Saputra Agam S.T. Teknik pengumpulan data yang berdasarkan analisis data yang dilakukan observes, wawancara, dokumentasi, berdasarkan dengan metode pendekatan deskriptif, Kualitatif, dan analisis data dan penarikan kesimpulan bahwa analisis Break Even Point pada pembibitan sayura Kelompok Caruak Indah Nagari Padang laweh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BEP usaha pembibitan sayuran mengalami fluktuasi setiap bulan, dengan BEP dalam rupiah berkisar Rp1.200.000–Rp2.500.000 dan BEP dalam unit berkisar 4–8 unit per keranjang. Margin kontribusi berada pada kisaran 38%–75% yang menunjukkan kemampuan usaha dalam menutup biaya tetap, sedangkan margin of safety di atas 59% menunjukkan tingkat keamanan usaha yang cukup tinggi terhadap penurunan penjualan. Dalam perencanaan laba, usaha menargetkan keuntungan sebesar Rp3.000.000 per bulan dengan kebutuhan penjualan sekitar 22–44 unit. Secara keseluruhan, penerapan analisis BEP dapat membantu perencanaan laba, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan usaha sehingga mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha pembibitan sayuran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Karakter Nasabah dalam Pembiayaan Murabahah di PT. Bank Nagari Capem Syariah Pariaman” yang disusun oleh Nadia Ramadani, NIM 3321186, Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses penilaian karakter nasabah dilakukan dalam praktik pembiayaan murabahah serta bagaimana upaya yang dilakukan oleh pihak bank dalam meminimalisir risiko pembiayaan bermasalah. Penilaian karakter menjadi aspek penting dalam sistem pembiayaan syariah, karena karakter mencerminkan tingkat kejujuran, tanggung jawab, dan integritas nasabah dalam menjalankan kewajibannya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan pihak bank serta dokumentasi yang diperoleh selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Nagari Capem Syariah Pariaman menerapkan proses penilaian karakter melalui berbagai pendekatan, seperti wawancara langsung dengan calon nasabah, pengecekan riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK/BI Checking), observasi terhadap latar belakang sosial dan usaha calon nasabah, serta pengumpulan informasi tambahan dari lingkungan sekitar. Meskipun upaya penilaian ini dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya pembiayaan bermasalah yang muncul setelah dana dicairkan, akibat karakter nasabah yang tidak sepenuhnya terdeteksi sejak awal. Oleh karena itu, penting bagi bank untuk terus mengembangkan instrumen penilaian karakter secara lebih objektif dan sistematis. Selain pendekatan preventif melalui seleksi ketat dan pengawasan terhadap nasabah, pihak bank juga melakukan langkah represif ketika pembiayaan mulai menunjukkan tanda-tanda bermasalah. Upaya represif tersebut meliputi penagihan secara langsung, pemberian surat peringatan, somasi, hingga restrukturisasi pembiayaan dengan teknik rescheduling (penjadwalan ulang), reconditioning (persyaratan kembali), dan restructuring (penataan kembali). Jika seluruh langkah tersebut tidak berhasil, maka bank dapat menempuh jalur hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kesimpulannya, penilaian karakter yang dilakukan secara menyeluruh dan didukung oleh strategi manajemen risiko yang tepat sangat penting dalam menjaga kelancaran pembiayaan murabahah serta meningkatkan kinerja perbankan syariah yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan nilai-nilai syariah. Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Karakter Nasabah dalam Pembiayaan Murabahah di PT. Bank Nagari Capem Syariah Pariaman” yang disusun oleh Nadia Ramadani, NIM 3321186, Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses penilaian karakter nasabah dilakukan dalam praktik pembiayaan murabahah serta bagaimana upaya yang dilakukan oleh pihak bank dalam meminimalisir risiko pembiayaan bermasalah. Penilaian karakter menjadi aspek penting dalam sistem pembiayaan syariah, karena karakter mencerminkan tingkat kejujuran, tanggung jawab, dan integritas nasabah dalam menjalankan kewajibannya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan pihak bank serta dokumentasi yang diperoleh selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Nagari Capem Syariah Pariaman menerapkan proses penilaian karakter melalui berbagai pendekatan, seperti wawancara langsung dengan calon nasabah, pengecekan riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK/BI Checking), observasi terhadap latar belakang sosial dan usaha calon nasabah, serta pengumpulan informasi tambahan dari lingkungan sekitar. Meskipun upaya penilaian ini dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya pembiayaan bermasalah yang muncul setelah dana dicairkan, akibat karakter nasabah yang tidak sepenuhnya terdeteksi sejak awal. Oleh karena itu, penting bagi bank untuk terus mengembangkan instrumen penilaian karakter secara lebih objektif dan sistematis. Selain pendekatan preventif melalui seleksi ketat dan pengawasan terhadap nasabah, pihak bank juga melakukan langkah represif ketika pembiayaan mulai menunjukkan tanda-tanda bermasalah. Upaya represif tersebut meliputi penagihan secara langsung, pemberian surat peringatan, somasi, hingga restrukturisasi pembiayaan dengan teknik rescheduling (penjadwalan ulang), reconditioning (persyaratan kembali), dan restructuring (penataan kembali). Jika seluruh langkah tersebut tidak berhasil, maka bank dapat menempuh jalur hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kesimpulannya, penilaian karakter yang dilakukan secara menyeluruh dan didukung oleh strategi manajemen risiko yang tepat sangat penting dalam menjaga kelancaran pembiayaan murabahah serta meningkatkan kinerja perbankan syariah yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan nilai-nilai syariah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermaslaah Metode Relaksasi Dimasa Pandemi Covid-19 Pada PT. BPRS Carana Kiat Andalas” yang disusun oleh Nia Monita Sari, NIM 3317230. Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sektor perekonomian Indonesia terhambat termasuk dunia perbankan. Ketidakmampuan nasabah dalam melakukan pembayaran kembali atas pembiayaannya menyebabkan tingginya angka pembiayaan bermasalah. Keadaan ini membuat pemerintah bertindak cepat dengan mengeluarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran coronavirus disease 2019. Dimana perbankan menyelenggarakan relaksasi pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak Covid-19. Hal inilah yang menjadi jalan bagi PT. BPRS Carana Kiat Andalas untuk menyelesaikan pembiayan bermasalah akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui dan menganalisis bagaimana cara penyelesaian pembiayaan bermasalah metode relaksasi dimasa pandemi Covid-19 pada PT. BPRS Carana Kiat Andalas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menggunakan analisis SWOT, dimana peneliti mengumpulkan objek penelitian berdasarkan fakta serta teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Dengan melakukan wawancara langsung kepada objek yang melakukan analisis pembiayaan yaitu kepala marketing. Berdasarkan hasil penelitian, strategi penyelesaiannya yaitu: Pertama survey kembali kepada usaha nasabah, Kedua bila nasabah benar terdampak pandemi dibuatkan usulan relaksasi, Ketiga usulan disetujui oleh kepala marketing, direktur, dan direktur utama, keempat akad relaksasi ditandatagani oleh nasabah, direktur dan direktur utama, Kelima nasabah membayar cicilan sesuai akad yang sudah direlaksasi. Disamping itu peneliti juga menganalisis menggunakan metode analisis SWOT untuk mengetahui upaya yang tepat dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah dengan memperhatikan kekuatan (strenghs) dan peluang (opportunities) yang dimiliki PT. BPRS Carana Kiat Andalas, namun secara bersamaan meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan Ancaman (threths) yang dialami PT. BPRS Carana Kiat Andalas. Hasil penelitian menemukan beberapa upaya yang dapat diterapkan PT. BPRS Carana Kiat Andalas. Adapun strategi yang dimaksud: (1) Menerapkan metode Relaksasi untuk penyelesaian pembiayaan bermasalah, (2) Memberikan kemudahan pada nasabah dengan penambahan jangka waktu, pengurangan margin atau pokok pembiayaan, (3) Memaksimalkan proses relaksasi sesuai waktu yang disepakati, (4) Peningkatan SDM dalam melakukan analisis pembiayaan.