Abstrak
Aset SDM dan Akses Pendidikan. Pendidikan nelayan sangat terbatas, umumnya sebatas lulus sekolah dasar. Pendidikan masyarakat miskin selanjutnya masih banyak menghadapi kendala. Desa pesisir tertentu, bahkan belum tersedia pendidikan Tingkat Menengah untuk memenuhi wajib belajar sembilan tahun. Hanya keluarga nelayan yang sedikit mampu ekonominya bisa melanjutkan belajar ke tingkat menengah di desa lain di kota Kecamatan. Sementara itu kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kecakapan keluarga nelayan masih sangat terbatas. Menurut Ibu-Ibu nelayan pelatihan untuk mengembangkan usaha berbasis pada bahan baku ikan menghadapi kendala semakin terbatasnya bahan baku dan keterampilan bersaing di pasar ikan olahan. Ikan olahan produk nelayan kalah bersaing karena mutu dan kemas yang tidak menarik. Ibu-Ibu nelayan berharap pemerintah melakukan penguatan kemitraan/akses pemasaran produk olahan ikan yang bermutu, berdaya saing dan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.