Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Penerapan Green Accounting Pada RSUD Batang Sangir Kabupaten Solok Selatan

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Akuntansi Syariah•9 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan menghasilkan berbagai limbah medis dan nonmedis yang berpotensi mencemari lingkungan, sehingga memerlukan pengelolaan yang baik serta pencatatan biaya lingkungan yang tepat. Namun, pengelolaan limbah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Sangir Kabupaten Solok Selatan belum diimbangi dengan penerapan green accounting yang memadai, karena biaya lingkungan belum memiliki akun khusus dan masih tergabung dalam akun Beban Barang dan Jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan green accounting dalam pengelolaan limbah di RSUD Batang Sangir, serta merumuskan penerapan yang seharusnya sesuai dengan konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di RSUD Batang Sangir Kabupaten Solok Selatan. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Bagian Akuntansi serta informan lainnya, dan data sekunder berupa laporan keuangan tahun 2025 serta dokumen pendukung terkait aktivitas pengelolaan limbah rumah sakit. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan pendekatan klasifikasi biaya lingkungan Hansen dan Mowen melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Batang Sangir telah mengeluarkan biaya lingkungan sebanyak 15 komponen dengan total nilai Rp146.386.791 pada tahun 2025, yang terdiri atas biaya pencegahan (71,87%), biaya kegagalan internal (18,43%), dan biaya deteksi (9,70%), sedangkan biaya kegagalan eksternal tidak ditemukan. Dari aspek pengukuran, pencatatan biaya lingkungan telah sesuai karena menggunakan nilai historis (historical cost). Namun, dari aspek pengakuan, penyajian, dan pengungkapan, penerapannya belum sepenuhnya sesuai dengan konsep green accounting karena biaya lingkungan belum memiliki akun khusus dan masih tergabung dalam akun Beban Barang dan Jasa. Penelitian ini merumuskan bahwa penerapan green accounting yang sesuai bagi RSUD Batang Sangir dapat diwujudkan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi biaya lingkungan secara menyeluruh, klasifikasi berdasarkan empat kategori Hansen dan Mowen, pengakuan melalui akun “Beban Lingkungan” tersendiri berbasis akrual, serta penyajian dan pengungkapan biaya lingkungan secara terpisah dan transparan dalam Laporan Operasional dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Rendahnya tingkat kesesuaian penerapan green accounting pada RSUD Batang Sangir tidak mencerminkan rendahnya komitmen rumah sakit dalam pengelolaan lingkungan, melainkan disebabkan oleh belum tersedianya sistem akuntansi yang memadai untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan melaporkan biaya lingkungan secara sistematis.

Kata kunci

Green accounting, Biaya lingkungan, pengelolaan limbah, rumah sakit, Aktivitas lingkungan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penerapan Green Accounting Pada RSUD Batang Sangir Kabupaten Solok Selatan2026 · oai:ais:skripsi:21509

Publikasi terkait