Abstrak
Skripsi ini berjudul “Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Menghadapi Tantangan Digitalisasi (Studi Kasus BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah)” yang disusun oleh Muhammad Iqbal (NIM 3322346), mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang mendorong lembaga keuangan syariah untuk menyesuaikan sistem kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan. Keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah telah mulai menerapkan digitalisasi dalam operasionalnya, namun masih menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan kompetensi pegawai dan proses adaptasi terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan digitalisasi serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pengurus, pegawai, dan nasabah BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan sumber daya manusia dilakukan melalui pembinaan, pendampingan, dan pelatihan pegawai, evaluasi kompetensi digital secara berkala, penyesuaian pembagian tugas sesuai kemampuan, serta pembentukan budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan tingkat kemampuan digital antarpegawai, restrukturisasi, keterbatasan pelatihan, keterbatasan infrastruktur teknologi, proses adaptasi terhadap sistem kerja digital serta masih adanya sebagian anggota yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pegawai, penguatan sarana teknologi, dan edukasi kepada anggota perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan transformasi digital di BMT.