Abstrak
Penelitian ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Ustadzah Rani Puji Astuti Dalam Peningkatan Pengetahuan Anak Berkebutuhan Khusus di Nagari Sungai Duo Dharmasraya”. Disusun oleh Wahdini NIM 4322001 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi interpersonal dalam pembelajaran keagamaan bagi anak berkebutuhan khusus yang memiliki karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang beragam. Perbedaan tersebut menuntut untuk mampu menyesuaikan cara berkomunikasi agar materi keagamaan dapat diterima, dipahami, dan dipraktikkan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang kondusif serta mendukung peningkatan pengetahuan keagamaan peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal Ustadzah Rani Puji Astuti dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan anak berkebutuhan khusus di SLB Koto Agung, Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Ustadzah Rani Puji Astuti sebagai informan utama , serta Kepala Sekolah dan orang tua siswa sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi antar manusia yang dikemukakan oleh Joseph A. DeVito yang mencakup kerendahan hati, perasaan empati, bantuan, semangat positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal Ustadzah Rani Puji Astuti dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan anak berkebutuhan khusus telah berjalan dengan baik melalui penerapan lima aspek komunikasi interpersonal DeVito. Keterbukaan terlihat dari penyesuaian metode pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Empati ditunjukkan melalui pemahaman terhadap kondisi dan hambatan belajar peserta didik. Dukungan diwujudkan dalam bentuk motivasi dan pendampingan selama pembelajaran. Rasa positif tercermin dari sikap sabar dan penghargaan terhadap setiap perkembangan peserta didik. Sementara itu, kesetaraan terlihat dari pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing.