Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penanaman nilai kejujuran pada siswa sekolah dasar meskipun berbagai upaya pedagogis telah dilakukan. Guru PAI di SDN 23 Lembah Melintang, Pasaman Barat, menerapkan metode cerita bergambar sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai kejujuran pada siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode cerita bergambar, bentuk nilai kejujuran yang ditanamkan, faktor pendukung dan penghambat, serta perilaku kejujuran siswa setelah penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, dan siswa kelas IV sebagai informan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kejujuran pada siswa kelas IV sudah mulai tertanam meskipun belum optimal dan merata, terlihat pada indikator kejujuran saat ujian, mengakui kesalahan, dan mengembalikan barang temuan. Guru PAI berperan sebagai teladan, pendidik, pengajar, dan pembimbing, dengan metode cerita bergambar terbukti efektif membangun empati dan pemahaman siswa melalui kisah keteladanan nabi, rasul, dan tokoh agama Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode cerita bergambar berkontribusi positif dalam menanamkan nilai kejujuran siswa kelas IV, meskipun hasilnya belum sepenuhnya merata dan masih memerlukan pembiasaan, keteladanan, serta pengawasan yang konsisten dan berkelanjutan dari guru maupun kepala sekolah.