Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Penafsiran Ayat-Ayat Ghulul Menurut Sayyid Qutb dalam Kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur'an dan Relevansinya dengan Fenomena Korupsi di Indonesia

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•5 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul, “Penafsiran Ayat-Ayat Ghulul Menurut Sayyid Qutb Dalam Kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur’anDan Relevansinya Dengan Fenomena Korupsi Di Indosesia, yang ditulis oleh Hidayatul ‘Ilma dengan NIM 4122003. Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 1447 H/2026 M. Kajian Tafsir Kontemporer mengalami perkembangan yang dinamis seiring dengan upaya kontekstualisasi ayat-ayat al-Qur’an untuk merespon berbagai isu sosial di masyarakat modern. Salah satu karya tafsir yang signifikan dalam hal ini adalah Tafsir Fi Zilalil Qur’an karya Sayyid Qutb. Dengan corak al-adabi wa al-Ijtima’yaitu menekankan relevansi nilai-nilai al-Qur’an dengan dinamika kehidupan sosial. Salah satu tema yang cukup menjadi perhatian pada saat ini yaitu Ghulul. Secara Derivasinya, kata Ghulul dalam al-Qur’an berjumlah 13 ayat yang terdapat dalam 12 surat yang memiliki makna berbeda-beda. Penelitian-penelitian terdahulu yang mengindentifikasi beberapa kata korupsi dalam al-Qur’an, salah satunya kata Ghulul, umumnya masih terbatas pada penafsiran satu ayat tertentu saja, sehingga pemahaman tentang ayat-ayat Ghulul lainnya masih mengalami kekosongan pemaknaan terutama jika dikaitkan dengan fenomena korupsi pada saat ini. Ghulul yang kerap disamakan dengan praktik korupsi karena keduanya memiliki kesamaan unsur, yaitu penghianatan terhadap amanah publik. Maraknya fenomena korupsi saat ini ditunjukkan dari data Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan bahwa pada tahun 2025 Indonesia menempati peringkat 109 dari 182 negara. Hal ini mengindikasikan bahwa korupsi masih menjadi masalah kronis yang menimbulkan kerugian dan kepercayan publik sejak tahun ke tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara koperehensif bagaimana Sayyid Qutb menafsirkan ayat-ayat tentang Ghulul dan relevansinya dalam merespon fenomena korupsi kontemporer. Dalam hal ini, penelitian ini terfokus pada 3 dari 13 ayat Ghulul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Dengan Metode Tafsir Tematik (Maudhui) yang dipadukan dengan metode tafsir tokoh menurut al-Farmawi. Sumber data dari penelitian ini terdairi dari sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari Kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, data sekunder bersumber dari berbagai literatur-literatur terdahulu yang sejalan dengan pembahasan yang sama. Adapun teknik analisis data yang digunkan yaitu dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Hasil penelitian yang didapatkan adalah: pertama, menurut Sayyid Qutb ayat-ayat Ghulul dalam Al-qur’an tidak hanya merujuk tentang penggelapan harta benda, tetapi juga mengidentifikasikan keruntuhan moral dan spiritual, sehingga kondisi tersebut menjadi akar munculnya perilaku khianat, tamak, serta penyalahgunaan amanah. Kedua, penafsiran tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan fenomena korupsi di indonesia. Pada hakikatnya perbuatkan tersebut berasal dan bersumber dari dekadensi atau kemunduran nilai moral dan spiritual seseorang. Dengan demikian, korupsi dapat dikategorikan sebagai manifestasi kontemporer dari perbuatan Ghulul.

Kata kunci

Ghulul, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Qutb, Korupsi di Indonesia

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penafsiran Ayat-Ayat Ghulul Menurut Sayyid Qutb dalam Kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur'an dan Relevansinya dengan Fenomena Korupsi di Indonesia2026 · oai:ais:skripsi:20844

Publikasi terkait