Abstrak
Nisa Angraini Harahap, NIM 2122159, "Hubungan Kedisiplinan dengan Kemandirian dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Siswa di SMA Negeri 1 X Koto Kabupaten Tanah Datar." Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. 2026 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan dan kemandirian dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kedisiplinan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam mengatur diri, melaksanakan tugas, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Sementara itu, kemandirian belajar merupakan kemampuan siswa dalam mengelola kegiatan belajar tanpa ketergantungan yang berlebihan kepada orang lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan dengan kemandirian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa di SMA Negeri 1 X Koto Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 X Koto yang berjumlah 119 siswa, sedangkan sampel penelitian berjumlah 92 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antara variabel kedisiplinan dan kemandirian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa berada pada kategori sedang, sedangkan tingkat kemandirian siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berada pada kategori baik. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,442, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan tingkat hubungan sedang antara kedisiplinan dan kemandirian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain itu, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,016, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0,05), sehingga hubungan antara kedua variabel dinyatakan signifikan secara statistik. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kedisiplinan siswa maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian mereka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.