Abstrak
Tesis ini berjudul “Implementasi Pendekatan Persuasif Dalam Membina Self Awareness Dan Kedisiplinan Santri dalam Pembelajaran Fikih Di MAS PPTI Gobah V Surau Tilatang Kamang”, ditulis oleh Rahma Yanti NIM 20123026 Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan persuasif dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan implementasi pendekatan persuasif dalam membina self awareness dan kedisiplinan santri dalam pembelajaran Fikih di MAS PPTI Gobah V Surau Tilatang Kamang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian yaitu MAS PPTI Gobah V Surau. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru Fikih kelas X-XII. Informan dalam penelitian ini adalah guru Fikih dan siswa kelas X-XII. Objek penelitian ini merupakan implementasi pendekatan persuasif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Fikih dalam menerapkan pendekatan persuasif yaitu penpdekatan persuasif sistematis dan pendekatan prsuasif heuristik dengan memperhatikan keefektifan pendekatan persuasif berupa kejelasan tujuan dan memikirkan secara cermat orang yang dihadapi, namun guru belum mampu untuk memilih strategi komunikasi yang tepat kepada santri. Kesadaran diri (Self Awareness) sudah dimiliki oleh santri seperti mampu mengenali perasaan dan perilaku sendiri, mampu mengenali kelebihan dan kekurangan diri, mempunyai sikap mandiri, dan mampu untuk mengevaluasi diri. Namun juga terdapat beberapa santri yang masih belum mampu untuk membuat keputusan dengan tepat, dan santri belum terampil dalam mengungkapkan pikiran, perasaan, pendapat, dan keyakinan. Dan kedisiplinan yakni beberapa santri sudah menerapkan kedisiplinan positif dan kedisiplinan negatif. Terdapat faktor pendukung dari pendekatan persuasif yaitu teman, lingkungan asrama, dan lingkungan rumah. Faktor penghambat pendekatan persuasif yaitu lupa dan malas yang dimiliki oleh santri.