Abstrak
Abstrak Skripsi oleh Nur Hikmah Nim. 3222016 yang berjudul “Analisis Sinergi Antara Petani Dan Penggilingan Padi Dalam Pemenuhan Kebutuhan Petani Padi Di Nagari Simpang Tonang Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinergi antara petani padi dan usaha penggilingan padi dalam pemenuhan kebutuhan petani di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, serta meninjaunya dari perspektif ekonomi Islam. Hubungan antara petani dan penggilingan padi di daerah ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi telah menjadi pola ketergantungan yang berlangsung terus-menerus. Pada awal masa tanam, petani memperoleh pinjaman modal dari pihak penggilingan padi untuk pembelian bibit, pupuk, biaya tenaga kerja, serta kebutuhan rumah tangga. Sebagai konsekuensinya, hasil panen petani dijual kepada penggilingan padi untuk melunasi pinjaman tersebut. Pola ini berlangsung secara berulang dan membentuk siklus hutang yang berdampak pada rendahnya kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petani serta pemilik usaha penggilingan padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi yang terjadi antara petani dan penggilingan padi mengandung dua sisi. Di satu sisi, penggilingan padi membantu petani dalam penyediaan modal, akses pasar, dan jasa pengolahan gabah. Namun di sisi lain, terdapat ketimpangan dalam penentuan harga gabah, kurangnya transparansi dalam perhitungan pinjaman, serta ketergantungan petani yang tinggi terhadap penggilingan padi. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, pola hubungan ini belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan (al-„adl), tolong-menolong (ta„awun), dan transparansi dalam muamalah. Faktor penghambat kesejahteraan petani di Nagari Simpang Tonang antara lain keterbatasan modal mandiri, rendahnya posisi tawar dalam pemasaran gabah, kurangnya pengetahuan tentang akad syariah, serta belum adanya kelembagaan seperti koperasi atau kelompok tani yang dapat memperkuat posisi petani. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem kerja sama yang lebih adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam agar sinergi yang terjalin benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.