Abstrak
ABSTRAK Nama: Saripuddin Napitupulu, Nim: 20124060. Tesis ini berjudul: “PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN REMAJA BERBASIS TAFSIR IBNU KATSIR, AL-MUNIR, AL-AZHAR” maksud penelitian ini ialah menganalisis ayat tentang remaja dengan menggunakan pandangan tiga kitab tafsir, kemudian hasilnya dibuat buku panduan bagi orang tua dalam mendidik remaja. Pendidikan remaja merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian generasi muda. Berbagai permasalahan remaja yang terjadi saat ini menunjukkan perlunya panduan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Meningkatnya kenakalan dan kriminalitas remaja menunjukkan perlunya model pendidikan yang mampu membentuk karakter dan moral generasi muda. Dalam perspektif Islam, pendidikan remaja tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pembinaan akidah, akhlak, dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pendidikan remaja dalam Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Fokus penelitian ini meliputi: (1) bagaimana konsep pendidikan remaja yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an menurut ketiga mufasir, (2) bagaimana rancangan produk pendidikan remaja yang dikembangkan, dan (3) bagaimana tingkat validitas produk berdasarkan penilaian para ahli. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang dibatasi sampai tahap develop. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, serta lembar validasi yang diberikan kepada ahli pendidikan, ahli tafsir, dan ahli bahasa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memuat enam aspek pendidikan remaja, yaitu pendidikan tauhid dan keimanan, pendidikan akhlak dan kesucian diri, pendidikan keberanian dan keteguhan prinsip, pendidikan sosial dan kepedulian, pendidikan pendampingan dan persahabatan yang baik, serta pendidikan kesabaran dan ketahanan mental. Hasil validasi ahli pendidikan memperoleh persentase 98,89%, ahli tafsir memperoleh persentase 100%, dan ahli bahasa memperoleh persentase 92%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai panduan pendidikan remaja bagi orang tua berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir, Wahbah az-Zuhaili, dan Buya Hamka.