Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SARIPUDDIN NAPITUPULU

2 karya publik ditemukan.

2026: 12023: 1

PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN REMAJA BERBASIS TAFSIR IBNU KATSIR, AL-MUNIR, AL-AZHAR

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama: Saripuddin Napitupulu, Nim: 20124060. Tesis ini berjudul: “PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN REMAJA BERBASIS TAFSIR IBNU KATSIR, AL-MUNIR, AL-AZHAR” maksud penelitian ini ialah menganalisis ayat tentang remaja dengan menggunakan pandangan tiga kitab tafsir, kemudian hasilnya dibuat buku panduan bagi orang tua dalam mendidik remaja. Pendidikan remaja merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian generasi muda. Berbagai permasalahan remaja yang terjadi saat ini menunjukkan perlunya panduan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Meningkatnya kenakalan dan kriminalitas remaja menunjukkan perlunya model pendidikan yang mampu membentuk karakter dan moral generasi muda. Dalam perspektif Islam, pendidikan remaja tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pembinaan akidah, akhlak, dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pendidikan remaja dalam Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Fokus penelitian ini meliputi: (1) bagaimana konsep pendidikan remaja yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an menurut ketiga mufasir, (2) bagaimana rancangan produk pendidikan remaja yang dikembangkan, dan (3) bagaimana tingkat validitas produk berdasarkan penilaian para ahli. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang dibatasi sampai tahap develop. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, serta lembar validasi yang diberikan kepada ahli pendidikan, ahli tafsir, dan ahli bahasa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memuat enam aspek pendidikan remaja, yaitu pendidikan tauhid dan keimanan, pendidikan akhlak dan kesucian diri, pendidikan keberanian dan keteguhan prinsip, pendidikan sosial dan kepedulian, pendidikan pendampingan dan persahabatan yang baik, serta pendidikan kesabaran dan ketahanan mental. Hasil validasi ahli pendidikan memperoleh persentase 98,89%, ahli tafsir memperoleh persentase 100%, dan ahli bahasa memperoleh persentase 92%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai panduan pendidikan remaja bagi orang tua berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir, Wahbah az-Zuhaili, dan Buya Hamka.

PENAFSIRAN’KATA ISTAWA DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-KASYSYAF DAN TAFSIR AL-MUNIR

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama: Saripuddin Napitupulu, Nim: 4119066 Skripsi ini berjudul “PENAFSIRAN KATA ISTAWA DALAM ALQUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-KASYSYAF DAN TAFSIR AL-MUNIR” maksud penelitian ini ialah membandingkan satu kata dengan menggunakan dua pendapat mufassir. Perdebatan tentang istawa atau Allah bersemayam di atas ‘Arsy masih menjadi perdebatan dikalangan umat Islam, dalam hal ini terbukti dengan adanya perdebatan dikalangan Ahlussunna Wa al-Jama’ah, Salafi dan Mu’tazilah.Dalam al-Qur’an penjelasan tentang istawa ditemukan dibanyak tempat, hal ini membuktikan pembahasan istawa sangat mendasar. (1) Bagaimana penafsiran dalam tafsir al-Kasysyaf dan tafsir al-Munir atas Istawa? (2) Bagaimana perbedaan dan persamaan diantara kedua mufassir dalam menafsirkan kata Istawa? Kata mutasyabihat merupakan bentuk mu’annats dari kata mutasyabih dan berasal dari awalan kata syabaha-yusyabihu-tasyibiyatan yang artinya kemiripan, keasrian, dan kesamaan (al-Tamatsul) Menurut secara bahasa istawa memiliki awalan kata (sin, waw dan ya’), kata istawa yang berasal dari kata sawiya-yaswii yang bermakna tegak dan lurus. Penelitian ini, merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu sebuah rangkaian pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakna literatur buku, naskah, dan dokumen. menggunakan metode Muqarran (a) Membandingkan teks ayat-ayat yang memiliki kesamaan atau kemiripan redaksi dalam dua kasus atau lebih, dan juga yang memiliki redaksi berbeda bagi satu kasus yang sama. (b) Membandingkan teks ayat-ayat al-Qur’an dengan hadis yang pada lahirnya terlihat bertentangan satu dia antara keduanya. (c). Membandingkan teks al-Qur’an dengan berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan al-Qur’an. Hasil penelitian ini pada akhirnya memberikan jawaban, pada surat al-Baqarah ayat 29 al-Zamakhsyari menafsirkan istawa الاعتدال والاستقامة “Seimbang dan berdiri tegag lurus”dan Wahbah al-Zuhaili menafsirkan istawa الارتفاع والعلو على شيئ “berkedudukan tinggi di atas sesuatu.” Pada surat Thahah ayat 5 al-Zamakhsyari menafsirkan istawa, يردف الملك (Yuraddifu al-Mulk) “menduduki dan Menguasai” Wahbah al-Zuhaili menafsirkan استولى عليه (Istawla ‘Alaihi) “ Menguasai atas-Nya”. Pada surat yang lain dalam QS. Al-A’raaf [7] ayat 54, QS. Yunus [10]: 3, QS. Al-Ra’d [13]:2, QS. Al-Furqan [25]: 59, QS. Al-Sajadah [32]: 4, Qs. al-Hadid [57]: 4 kedua mufassir menafsirkan hal yang sama seperti pada kedua surat di atas.