Abstrak
Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis politik pendidikan Islam dalam kebijakan pendirian dan implementasi SMA Negeri Berasrama Sumatera Barat periode 2009–2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problem struktural pendidikan menengah umum, yaitu terbatasnya waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan pembinaan karakter, masih kuatnya dikotomi antara ilmu umum dan agama, serta keterbatasan kebijakan sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara sistemik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kebijakan. Analisis dilakukan melalui perspektif politik pendidikan Michael W. Apple dan Antonio Gramsci, teori kebijakan publik, serta konsep Islamisasi epistemologis M. Sirozi dengan dukungan paradigma emansipatoris Paulo Freire. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada SMA Negeri Berasrama di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan SMA Berasrama Sumbar merupakan terobosan strategis dalam era desentralisasi pendidikan. Sekolah ini menjadi pionir nasional sebagai sekolah negeri berbentuk boarding yang didanai murni melalui APBD provinsi. Secara substantif, kebijakan ini berhasil mengintegrasikan keunggulan akademik dan pembinaan karakter Islami secara sistemik, bergerak melampaui Islamisasi simbolik menuju integrasi epistemologis keilmuan Islam. Namun demikian, keberlanjutan model ini memerlukan penguatan regulatif yang lebih komprehensif serta penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan karakteristik pendidikan boarding. Penelitian ini menawarkan sintesis antara teori politik pendidikan Barat dan paradigma Islamisasi pendidikan, sehingga memperkaya kajian politik pendidikan Islam serta menghadirkan model kebijakan pendidikan daerah berbasis nilai dan transformasi moral.