Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama Yadminto Yosnur Shidiq, NIM 4320069, dengan judul “Komunikasi Persuasif Dan Koersif Penghulu DT. Dipucuak Kepada Kemenakan Terlibat Narkoba (Studi Kasus : Jorong Sungai Janiah, Kenagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso)” Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026 Niniak mamak memainkan peran penting dalam menjalani, memelihara, dan mengelola hubungan kemenakan serta memastikan bahwa kemenakan mengikuti adat istiadat masyarakat. Akan tetapi, seiring berjalannnya waktu dan perubahan sosial, seringkali muncul masalah terkait ketidakpatuhan kemenakan terhadap peraturan Mamak yang utama peraturan adat yaitu kemenakan yang terungkap terlibat narkoba. Penelitian tersebut dilaksanakan untuk memahami komunikasi persuasif dan koersif Panghulu DT. Dipucuak terhadap kemenakan yang terlibat narkoba di Jorong Sungai Janiah, Kenagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Informan dalam penelitian adalah informan kunci yakni mamak. Lokasi penelitian di Jorong Sungai Janiah, Kenagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso. Metode analisis datanya meliputi reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Menurut hasil penelitian, Komunikasi persuasif yang dilakukan penghulu kepada kemenakan sebelum terjadinya penyalahgunaan narkoba tujuannya dapat mencegah penggunaan narkoba dengan dilandasi kasih sayang, kearifan lokal dan pendekatan adat. Komunikasi koersif dalam konteks ini dilakukan dengan tekanan dari sisi adat, ancaman pemutusan hubungan, dan sanksi sosial yang jelas, penghulu menciptakan tekanan psikologis yang serius agar kemenakan segera keluar dari lingkungan berisiko. Komunikasi persuasif setelah terjadinya penyalahgunaan narkoba, dari nasehat tersebut, terlihat jelas bahwa penghulu tidak hanya sekadar memberi tahu, tetapi juga menghubungkan tindakan kemenakannya dengan konsekuensi yang lebih luas, yaitu rasa malu keluarga. Sedangkan komunikasi koersif setelah terjadinya penyalahgunaan narkoba, dalam konteks ini, penghulu secara eksplisit menekankan konsekuensi hukum, di mana ancaman bukan lagi sebatas ancaman sosial, melainkan ancaman pidana. Kata Kunci : Komunikasi, Persuasif, Koersif, Narkoba