Abstrak
Skripsi ini berjudul "Makna Teologi Tradisi Malapeh Kawua Padi Pada Masyarakat Suku Koto di Jorong Garagah Nagari Simpang Kabupaten Pasaman". Disusun oleh Erna Permata Sari, NIM 4522010, Penelitian ini dilakukan pada Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026. Adapun latar belakang penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami praktik keagamaan yang hidup dalam tradisi lokal, khususnya tradisi malapeh kawua padi pada masyarakat suku koto di jorong garagah. Ditengah arus globalisasi, banyak tradisi lokal mengalami pengikisan makna, padahal menyimpan nilai-nilai spiritual yang dalam. Tradisi malapeh kawua padi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang sudah diperoleh dan hasil panen yang sudah didapatkan serta permohonan agar diberikan perlindungan antara Ninik Mamak, sumando dan Kemenakan Masyarakat Suku Koto. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana pelaksanaan tradisi malapeh kawua padi: (2) apa makna teologi yang terkandung dalam tradisi malapeh kawua padi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan teori teologi kontekstual. Pendekatan etnografi digunakan untuk memahami langsung kehidupan masyarakat dan makna teologi dalam praktik tradisi malapeh kawua padi, sementara teori teologi kontekstual digunakan untuk bagaimana masyarakat memahami iman di dalam tradisi malapeh kawua padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tradisi malapeh kawua padi bukan sekadar aktivitas adat atau budaya, melainkan mengandung makna teologi yang mendalam sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Suku Koto kepada Allah SWT atas hasil panen yang diperoleh. (2) Unsur-unsur dalam tradisi malapeh kawua padi, seperti doa, nazar, penyembelihan hewan, serta kegiatan makan bersama, diterapkan sebagai praktik keagamaan dan sosial yang mencerminkan nilai tauhid, rasa syukur, dan ketergantungan manusia kepada Tuhan. Melalui pendekatan teologi kontekstual, makna teologi dalam tradisi malapeh kawua padi menunjukkan bahwa nilai-nilai keimanan hidup dan terintegrasi dalam kehidupan sosial dan budaya lokal masyarakat Minangkabau.