Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Religiusitas Masyarakat Pasca Bencana Lahar Dingin di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Kabupaten Agam yang disusun oleh Wahyu Tri Mustikarani NIM 4621013 pada program studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian skripsi ini dilatar belakangi oleh adanya bencana lahar dingin yang terjadi di Nagari Bukik Batabuah, yang memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan fisik serta menimbulkan dampak sosial dan batin yang mendalam, seperti kehilangan harta benda dan anggota keluarga yang memicu trauma dan kesedihan.Dalam kondisi krisis dan keterpurukan, manusia cenderung mencari makna dari peristiwa yang dialaminya. Salah satu bentuk pencarian makna tersebut terwujud dalam peningkatan religiusitas, yaitu kesadaran spiritual dan ketaatan kepada nilai-nilai agama. Nilai-nilai agama menjadi pegangan utama dan sumber kekuatan dalam menghadapi situasi yang sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi religiusitas masyarakat serta melihat bagaimana religiusitas masyarakat pasca bencana lahar dingin di Nagari Bukik Batabuah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu 2 (orang) yang terdiri dari satu orang tokoh masyarakat yang merupakan kepala jorong Kubang Duo dan seorang tokoh agama yang merupakan pengurus mushola, adapun informan pendukung yaitu tiga (3) orang berstatus sebagai ibu rumah tangga, seorang remaja/i, dan seorang petani. Untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, metode analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan kecermatan, dan triangulasi sumber sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi religiusitas masyarakat pasca bencana, yaitu faktor pendidikan, pengalaman, kehidupan, dan intelektual. Selain itu, ditemukan bahwa pasca bencana, tingkat religiusitas masyarakat mengalami peningkatan, yang ditunjukkan dengan meningkatnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, pengajian, dan pemanfaatan mushola sebagai pusat kegiatan spiritual masyarakat. Perubahan ini mengindikasikan bahwa bencana bukan hanya menjadi sumber penderitaan, tetapi juga pemicu kesadaran religius yang lebih mendalam di tengah masyarakat.