Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

nilai-nilai spiritual mandi sulup dalam tarekat naqsabandiyah( di kuala pudu desa tanjung danau kecamatan sungai lala)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam•5 dilihat · 9 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Nilai-Nilai Spiritual Mandi Sulup Dalam Tarekat Naqsabandiyah (Di Kuala Pudu Desa Tanjung Danau Kecamatan Sungai Lala)” disusun oleh Nabila, NIM 4521010 Program Studi Aqidah Dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah UIN Syech M Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keunikan ritual dalam tarekat naqsabandiyah, yaitu praktik penyucian diri dari kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya agar lebih dekat dengan Allah SWT dengan melihat nilai- nilai spiritual mandi sulup. Ritual ini dilakukan dengan cara menyelam timbul dari dalam sungai yang dikenal dengan istilah mandi sulup. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah : Bagaimana Sejarah Tarekat Naqsabandiyah di Kuala Pudu Desa Tanjung Danau? Bagaimana Pelaksanaan Mandi Sulup dalam Tarekat Naqsabandiyah ? Bagaimana Nilai-nilai Spiritual Mandi Sulup dalam Tarekat Naqsabandiyah ? Bagaimana Hubungan Mandi Sulup dalam Tarekat Naqsabandiyah ? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (Field Research). dengan menggunakan metode deskriptif yaitu suatu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara jelas dan detail suatu fenomena yang terjadi. Dengan berlandaskan pada pengungkapan apa yang dikumpulkan, dan hal yang dikumpulkan tersebut berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang yang diamati. Sumber primer guru dan para murid tarekat naqsabandiyah. Sedangkan sumber sekunder adalah buku, jurnal, dan skripsi yang berhubungan dengan Tarekat Naqsabandiyah. Hasil penelitian dari skripsi ini yaitu : melihat pelaksanaan mandi sulup dalam tarekat naqsabandiyah dan nilai-nilai spiritual mandi sulup dilaksanakan melalui tiga tahapan atau proses yaitu Takhalli, Tahalli dan Tajalli diawali dengan mengosongkan hati dari sifat-sifat tercelah seperti Kufur Nikmat ( Mengingkari Nikmat Allah), Riya’ ( Pamer Amal Ibadah ), dan Hubbud-Dunya ( Cinta Dunia Berlebihan ) selanjutnya hati yang kosong diisi dengan sifat-sifat terpuji seperti Syukur, Ikhlas, Sabar, Tawakal Dan Mahabbah. Dan terakhir hati yang sudah diisi dengan sifat terpuji maka hati yang merasakan kedekatan yang luar biasa dengan Allah SWT dan menjalani kegiatan Tarekat Naqsyabandiyah dengan tingkat kekhusyukan dan fokus yang lebih mendalam, tanpa lagi dibebani oleh rasa malas. Cahaya Ilahi yang telah menyinari hati (Tajalli) membawa transformasi batin yang nyata, memudahkan mereka untuk memasuki keadaan dzikir dan muraqabah dengan penuh kesadaran. Hati yang telah disucikan melalui proses Takhalli dan Tahalli kini mampu menyingkirkan segala bisikan syaitan dan gangguan duniawi, sehingga setiap latihan spiritual terasa mengalir secara alami.

Kata kunci

Nilai-nilai Spiritual, Mandi Sulup, Tarekat Naqsabandiyah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1nilai-nilai spiritual mandi sulup dalam tarekat naqsabandiyah( di kuala pudu desa tanjung danau kecamatan sungai lala)2025 · oai:ais:skripsi:18579

Publikasi terkait