Abstrak
Selvina Nim. 2121292 Skripsi “Pengaruh Manajemen Sekolah Terhadap Kedisiplinan Siswa Dalam Menjalankan Sholat di MTsS PP Hidayatunnas.” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025M/1447H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh manajemen kesiswaan terhadap kedisiplinan siswa dalam menjalankan shalat di MTsS PP Hidayatunnas. kedisiplinan dalam menjalankan shalat menjadi indikator keberhasilan pendidikan karakter religius yang diracangkan oleh madrasah. Manajemen kesiswaan sebagai bagian integral dari manajemen sekolah memiliki fungsi strategis dalam membina dan mengembangkan potensi siswa, termasuk dalam aspek pembentukan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen (manajemen sekolah) terhadap variabel dependen (kedisiplinan siswa dalam menjalankan shalat). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap kedisiplinan siswa dalam menjalankan shalat di MTsS PP Hidayatunnas. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan hubungan yang kuat antara cara sekolah mengelola siswa dengan tingkat kedisiplinan mereka dalam beribadah. Nilai korelasi yang diperoleh sebesar 0,599 menunjukkan bahwa semakin baik manajemen kesiswaan diterapkan, maka semakin tinggi pula kedisiplinan siswa dalam melaksanakan shalat. Manajemen kesiswaan di sekolah ini sudah berjalan dengan baik dan masuk kategori sangat tinggi dengan persentase 89,65%. Kedisiplinan siswa dalam menjalankan shalat berada pada kategori tinggi dengan persentase 91,38%. Sebagian besar siswa sudah menunjukkan respon yang baik ketika waktu shalat tiba. Mereka langsung bergegas menuju musholla untuk melaksanakan shalat berjamaah. Meskipun demikian, masih ada beberapa siswa yang perlu diingatkan berulang kali atau bahkan menunjukkan sikap enggan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang makna spiritual shalat masih perlu ditingkatkan agar siswa tidak hanya menganggap shalat sebagai rutinitas formal belaka. Pengaruh manajemen kesiswaan terhadap kedisiplinan shalat terlihat jelas dalam berbagai aspek. Ketika perencanaan program dibuat dengan melibatkan siswa, antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan shalat menjadi lebih tinggi. Pengorganisasian yang baik dalam hal pembagian tugas pengawasan juga berdampak pada meningkatnya kehadiran siswa dalam shalat berjamaah. Pelaksanaan program yang konsisten dan keteladanan dari guru memberikan motivasi positif bagi siswa untuk lebih disiplin dalam beribadah.