Abstrak
ABSTRAK Tesis ini berjudul “Religio Perennis Frithjof Schuon Dan Relevansinya Dengan Konsep Agama Masa Depan Komaruddin Hidayat.” yang ditulis oleh M. Iqbal, NIM. 40123007. Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Isalm, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problem keberagamaan di era modern yang kerap diwarnai eksklusivisme, fanatisme, dan konflik identitas keagamaan di tengah masyarakat global yang semakin plural. Dalam konteks ini, pemikiran Frithjof Schuon tentang Religio Perennis dan gagasan Komaruddin Hidayat tentang agama masa depan menjadi penting untuk dikaji sebagai pendekatan spiritual yang lebih inklusif dan universal. Keduanya menawarkan paradigma keberagamaan yang menekankan kedalaman esoteris, penghargaan terhadap pluralitas, dan orientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mendeskripsikan konsep Religio Perennis Frithjof Schuon. Kedua, menganalisis gagasan agama masa depan Komaruddin Hidayat, dan ketiga, menjelaskan relevansi pemikiran keduanya dalam membangun keberagamaan masa depan yang dialogis dan transformatif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan meliputi karya-karya utama Frithjof Schuon dan Komaruddin Hidayat, artikel ilmiah, serta platform digital seperti YouTube sebagai data tambahan. Dengan pendekatan historis faktual dan metode analisis deskriptif-analitik, penelitian ini berupaya menggali titik temu pemikiran keduanya secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Religio Perennis adalah filsafat keberagamaan yang menekankan kesatuan esoteris di balik pluralitas eksoteris agama-agama. kedua, agama masa depan dalam pandangan Komaruddin Hidayat adalah agama yang transformatif, spiritual, dan humanis. Ketiga, terdapat relevansi yang kuat antara keduanya dalam merumuskan paradigma keberagamaan masa depan yang inklusif dan kontekstual, khususnya dalam menjawab tantangan pluralisme dan krisis spiritual di era modern.