Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Posisi Penempatan Cincin Sperpektif Rasullullah (Studi Pemahaman Hadits)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Hadis•5 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

Penempatan cincin pada jari tangan telah menjadi tradisi yang melekat dalam masyarakat, terutama pada acara pertunangan dan pernikahan, di mana cincin biasanya dikenakan pada jari manis. Namun, fenomena kontemporer menunjukkan bahwa sebagian generasi muda cenderung sembarangan dalam memilih posisi jari untuk memakai cincin, tanpa mempertimbangkan panduan dari ajaran Islam serta rumor yang menyebar dikalangan masyarakat yang mengatakan bahwa orang yang memakai cincin pada jari telunjuk merupakan orang yang sedang megikuti kaum luth. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tematik (maudhu'i) dengan jenis penelitian pustaka (library research). Sumber utama berasal dari kitab-kitab hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Abu Daud dan kitab-kitab lainnya yang memuat hadits tentang larangan nabi memakai cincin pada jari telunjuk dan tengah, serta kebiasaan nabi memakai cincin pada jari kelingking. Hadits hadits tersebut dianalisis untuk memahami posisi penenpatan cincin yang disukai dan dilarang oleh nabi, kemudian dibandingkan dengan pengetahuan masyarakat tentang pemakaian cincin pada zaman sekarang. Posisi penempatan cincin ini berisikan tentang larangan memakai cincin di jari telunjuk serta sunnah nabi memakai cincin pada jari kelingking. Hadits menyebutkan bahwa larangan memakai cincin di jari telunjuk dan tengah merupakan larangan yang mahruh takzin, karena larangan tersebut bertujuan kepada laki-laki untuk menentukan etika dan adab laki-laki dalam memakai perhiasan yang dapat menyerupai perempuan serta kekawatiran suka terhadap lawan jenis, karena pemakaian cincin yang tidak sesuai pada zaman sekarang, sementara pemakaian cincin pada jari kelingking adalah sunnah. Para ulama sepakat bahwa hikmah memakai cincin di jari kelingking adalah agar terhindar dari pengotoran serta tidak mengganggu ketika bekerja lantaran letak cincin herada di penggir bawah tangan.

Kata kunci

larangan, cincin, hadits, jari telunjuk dan tengah, jari kelingking

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Posisi Penempatan Cincin Sperpektif Rasullullah (Studi Pemahaman Hadits)2025 · oai:ais:skripsi:18320

Publikasi terkait