Abstrak
Tesis ini disusun oleh mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi yaitu Dilla Desvi Yolanda NIM. 10222020 dengan judul “Manajemen Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Lubuk Basung”. Penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 5 Lubuk Basung , khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam , menghadapi berbagai tantangan meskipun telah dilakukan pelatihan dan pendampingan bagi pendidik. Masalah utama yang ditemukan antara lain kesulitan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis projek berdiferensiasi, rendahnya kemandirian belajar siswa serta keterbatasan sarana penunjang pembelajaran konstektual. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab bagaimana implementasi dan evaluasi Kurikulum Merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Lubuk Basung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses manajemen kurikulum yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan secara langsung di SMP Negeri 5 Lubuk Basung. Peneliti memilih pendekatan ini untuk menggambarkan secara mendalam proses manajemen Kurikulum Merdeka khususnya pada aspek pelaksanaan dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik. Analisis data melakukan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Lubuk Basung telah berjalan cukup optimal melalui pelaksanaan dan evaluasi yang sistematis. Pendidik menggunakan perangkat ajar seperti CP, ATP, TP dan modul ajar yang berpusat kepada peserta didik. Nilai-nilai keislaman juga diterapkan melalui kegiatan harian siswa seperti shalat berjamaah, tahfiz dan membaca Alqur’an. Evaluasi dilakukan melalui asesmen diagnostic, formatif, sumatif serta pengamatan sikap dan keterampilan yang tercermin dalam raport akademik dan P5. Evaluasi rutin juga dilakukan melalui rapat, supervise, dan MGMP memungkinkan perbaikan berkelanjutan. Namun, masih ditemukan kendala seperti beban administrasi guru dan adaptasi peserta didik terhadap pembelajaran berdiferensiasi.