Abstrak
Abstrak Skripsi ini disusun oleh Siti Rahmadani Tanjung dengan nim 3320328 program studi strata-1 (S1) Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dengan judul “Analisa Preferensi Konsumen Dalam Memilih Produk Perbankan Syariah Di Kota Bukittinggi”. Permasalahan utama dalam skripsi ini adalah masih banyak masyarakat kota Bukittinggi yang belum melakukan analisis terhadap preferensi mereka dalam memilih produk perbankan syariah. Mereka cenderung memilih produk perbankan syariah secara langsung tanpa mempertimbangkan kualitas produk, kinerja perusahaa, atau rekomendasi dari teman dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat Kota Bukittinggi dalam memilih produk perbankan syariah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dimana peneliti akan mendeskripsikan keadaan yang diamati secara spesifik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pada variabel pertama yaitu karakterstik produk, 82% informan menganggap kualitas produk sangat penting dalam memilih produk perbankan syariah, sementara 18% menganggap variabel ini tidak begitu penting digunakan dalam memilih produk perbankan syariah. Pada variabel kedua yaitu karakteristik perusahaan, 59% informan menilai kinerja bank sangat penting dalam pengambilan keputusan, sementara 41% informan tidak menjadikan variabel ini sebagai pertimbangan utama dalam memilih produk perbankan syariah. Pada variabel ketiga yaitu karakteristik konsumen, hanya 37% informan yang memperoleh preferensi dari teman, keluarga, atau lingkungan sekitar, sementara 76% informan ternyata tidak mempertimbangkan preferensi tersebut. Secara keseluruhan dari 3 variabel hanya 61% informan dalam mengambil keputusan memang menggunakan preferensi. Sementara 39% informan tidak menggunakan preferensi dalam mengambil keputusan.