Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Khutbah Ayyam (Arab) di Masjid Raya Pucung Anam di Nagari Tandikek Selatan Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman (Tahun 1992 – 2024)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•8 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini atas nama Peyanda Gusrima, NIM 4420031 Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Usluhuddin Adab dan Dakwah Universitas M. Djamil Djambek Bukittiggi dengan Judul “Khutbah Ayyam (Arab) di Masjid Raya Pucung Anam Nagari Tandikek Selatan Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Tahun 1992-2024” Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif naratif dengan metode penelitian sejarah. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer berupa data arsip atau dokumen yang berkaitan dengan judul penelitian, dan wawancara langsung dengan tokoh tokoh tertentu seperti pengurus Masjid Raya Pucung Anam, Khatib. sedangkan data sekunder berupa buku-buku, jurnal dan skripsi yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa khutbah ayyam merupakan bagian dari ajaran tarekat syattariyah, yang berakar pada penyebaran islam dikawasan padang pariaman oleh Katik Sangko dan syeikh Burhanuddin, penamaan khutbah ayyam sendiri muncul dimasyarakat karena di salah satu penggalan naskah yang berbunyi bainil ayyam, yang kemudian melekat dimemori masyarakat sehingga melahirkan nama tersebut. Pucung anam merupakan daerah yang secara administrasi terdaftar di nagari tandikek selatan kecamatan Patamuan kabupaten Padang Pariaman, Khutbah ayyam telah digunakan dikawasan pucung anam semenjak islam masuk dikawasan tersebut tahun 1780 dan tetap dipertahankan sampai sekarang (2024), masjid raya pucung anam didirikan pada tahun 1810 oleh masyarakat yang dikomandoi tigo tungku sajarangan yaitu niniak mamak, cadiak pandai, alim ulama, sedangkan tokoh pertama yang menyusun secara sistematis aktivitas keagamaan di masjid ini bernama simun majo lelo Tuanku Batagak yang kemudian masjid pucung anam menjadi tempat pusat peribadatan masyarakat di nagari Tandikek Selatan. Khutbah ayyam dijelaskan dalam penilitian ini mulai dari sejarah khutbah yang berasal dari ajaran syattariah, pelaksanaan khutbah yang menggunakan bahasa arab sesuai dengan naskah khutbah, dan penggunanan atritbut terhadap khatib seperti naskah, sorban, tongkat dan mimbar, serta pemahaman masyarakat hanya terbatas pada sejarah khutbah yang mana ini merupakan salah satu ajaran dari syeikh burhanuddin, tanpa tau makna maupun arti naskah khutbah ayyam, dan alasan masyarakat terus mempertahankan khutbah ayyam karena khutbah ayyam juga berfungsi dalam bidang sosial budaya dimana khutbah ayyam dapat memperkuat solidaritas masyarakat pucung anam dan menjadi identitas beragama masyarakat disana dan akan terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Kata kunci

Tarekat Syattariyah, Khutbah Ayam, Masjid Raya Pucung Anam

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Khutbah Ayyam (Arab) di Masjid Raya Pucung Anam di Nagari Tandikek Selatan Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman (Tahun 1992 – 2024)2024 · oai:ais:skripsi:16590

Publikasi terkait