Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Pemberian sanksi adat oleh Niniak Mamak kepada Marapulai yang melanggar tradisi Batimbang Tando Gadang pada prosesi Pernikahan di Nagari Lubuk Tarok Perspektif 'Urf

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•8 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Abstrak Artikel ini berjudul “Pemberian Sanksi Adat oleh Ninik Mamak kepada Marapulai yang Melanggar Tradisi Batimbang Tando Gadang pada Prosesi Pernikahan di Nagari Lubuk Tarok Perspektif ‘Urf”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif, yaitu penganalisisan data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul dari data yang diperoleh dari informasi dan observasi. Informan penelitian meliputi niniak mamak, ketua KAN, masyarakat. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dan menjelaskan proses dan pandangan `Urf terhadap sanksi adat tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tradisi Batimbang Tando Gadang dalam prosesi pernikahan di Nagari Lubuk Tarok merupakan sebuah adat yang diwariskan secara turun-temurun dan dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Tradisi ini dipandang penting karena bertujuan untuk menghormati dan mempererat hubungan antara niniak mamak (para pemuka adat) dengan anak kemanakan (generasi muda), serta untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan dalam masyaraka. Pelaksanaan sanksi adat bagi marapulai (pengantin pria) yang melanggar tradisi ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang melibatkan musyawarah adat, pemanggilan, dan acara menjamu niniak mamak. Sanksi yang diberikan dapat berupa sanksi moril, seperti dikucilkan dari masyarakat, dan sanksi materil berupa denda satu ekor sapi. Sanksi ini bertujuan untuk mengembalikan keharmonisan sosial dan memastikan pelaku memahami serta menerima konsekuensi dari tindakannya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya mematuhi tradisi adat dalam masyarakat Minangkabau dan bagaimana sanksi adat berfungsi sebagai mekanisme pengendalian sosial yang efektif. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang tertarik untuk mengkaji lebih lanjut tentang adat pernikahan dan sanksi adat dalam perspektif hukum Islam.

Kata kunci

Kata kunci: sanksi, pernikahan, batimbang Tando gadang,'urf

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pemberian sanksi adat oleh Niniak Mamak kepada Marapulai yang melanggar tradisi Batimbang Tando Gadang pada prosesi Pernikahan di Nagari Lubuk Tarok Perspektif 'Urf2024 · oai:ais:skripsi:14973

Publikasi terkait