Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Putri Juniti Nim 3320175 Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Strategi Pengembangan Produk Funding Dalam Meningkatkan Keunggulan Bersaing Pada KSPPS BMT Al-Fattah Kota Solok”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya promosi produk funding yang dilakukan oleh KSPPS BMT Al-Fattah Kota Solok dan kurangnya minat masyarakat terhadap produk funding tersebut serta produk yang ada di BMT masih belum dikenal banyak masyarakat. Adanya BMT akan mengatasi masalah pembiayaan, BMT juga diharapkan akan mampu mengedukasi masyarakat untuk gemar menabung. Disamping itu sebagai lembaga intermediasi BMT haruslah mampu bersaing dengan lembaga keuangan konvensional. Banyaknya produk yang sejenis yang dimiliki lembaga keuangan lain seperti simpanan mudharabah masih belum membuat masyarakat gemar menabung, tidak adanya ATM maka membuat orang enggan menabung di BMT sehingga BMT harus memiliki strategi yang tepat dalam operasionalnya untuk tetap eksis dikalangan masyarakat salah satunya dalam strategi pengembangan produk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data didapatkan dengan cara observasi dan wawancara dengan bagian funding dan masyarakat terkait minat produk yang ada di BMT salah satunya produk funding. Adapun data lain yang didapatkan melalui dokumen berbentuk gambar yang mengandung penjelasan yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari kekuatan BMT yakninya sistem jemput bola atau personal selling , sumber daya manusia telah berpengalaman baik dibidang wirausaha ataupun agama, tata kelola dan prilaku atau budaya yang baik. Sedangkan kelemahannya promosi yang dilakukan BMT masih kurang, dana yang disalurkan terbatas, kurangnya sarana dan prasarana. Peluang yang ada di BMT yakni banyaknya nasabah yang potensial, letaknya yang sangat strategis, tingginya tingkat penduduk yang beragama islam, mayoritas penduduk sekitar BMT petani dan pengusaha dipasar. Sedangkan untuk ancaman yakni adanya persaingan dengan rentenir, nasabah kurang memahami tentang produk yang ada di BMT, adanya lembaga keuangan seperti perbankan yang memiliki modal besar, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap BMT.