Abstrak
Skripsi atas nama Ainun Mardiah, NIM, 4419001. Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddian Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negri UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Peranan Syekh Mahmud Abdullah Dalam Menyebarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Nagari Tarantang (Tinjauan Historis)”. Skripsi ini menjawab permasalahan tentang Peranan Syekh Mahmud Abdullah di Nagari Tarantang dalam Menyebarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dari tahun 1950-1987. Penelitian ini berisi tentang Sejarah Masuknya Tarekat Naqsyabandiyah ke Nagari Tarantang, bagaimana peranan dan pengaruh Syekh Mahmud Abdullah di Nagari Tarantang serta Rintangan dan Tantangan yang dihadapi oleh Syekh Mahumd Abdullah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan langkah-langkah (1) pengumpulan sumber atau data, yang menjadi sumber primer adalah hasil wawancara dengan anak Syekh Mahmud Abdullah, murid Syekh Mahmud Abdullah, cucu Syekh Mahmud Abdullah, orang yang pernah belajar dengan Syekh Mahmud Abdullah dan kemenakan Syekh Mahmud Abdullah. Sedangkan sumber sekunder adalah catatan ajaran Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Syekh Mahmud Abdullah yang ditulis oleh murid Syekh Mahmud Abdullah, salinan isi surat yang ditulis oleh Syekh Mahmud Abdullah, serta buku-buku yang berkaitan dengan Syekh Mahmud Abdullah, (2) kritik sumber yang terdiri dari kritik internal dan eksternal, (3) interpretasi, (4) penulisan (historiografi). Dari hasil penelitan ini menjelaskan bahwa: 1) Sejarah Masuknya Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Nagari Tarantang, dapat dilihat dari masuknya Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah ke Minangkabau secara Umum, kemudian masuk pertama kali ke Lima Puluh Kota, yaitu Batu Hampar dibawa oleh Syekh Abdurrahman pada tahun 1840 dan kemudian berkembang ke Nagari Mungka dibawa oleh Syekh Sa’ad pada tahun 1915 yang kemudian menyebar ke berbagai sudut wilayah di Lima Puluh Kota; 2) Ada dua peranan Syekh Mahmud Abdullah dalam menyebarkan tarekat Naqsyabandiyah yaitu dibidang dakwah, yaitu dengan mengajak pemuda Tarantang belajar ilmu bela diri melaui silat Kumango setelah fasih dalam bersilat, kemudian Syekh Mahmud Abdullah mengajak muridnya belajar ilmu agama melalui Tarekat Naqsyabandiyah. Dibidang pendidikan, adalah untuk meningkatkan pendidikan ilmu agama di Nagari Tarantang Syekh Mahmud Abdullah mendirikan sebuah Madrasah Tarbiyah Islamiyah pada tahun 1930 dan hanya bertahan sampai pada tahun 1962, proses pembelajaran menggunakan sistem halaqah. dan pengaruh Syekh Mahmud Abdullah terhadap masyarakat Tarantang yaitu, dari segi pakaian, segi agama, segi ilmu bela diri; 3) Rintangan dan Tantangan yang dihadapi Syekh Mahmud Abdullah, yaitu berasal dari sosial masyarakat yang sering mecemooh dan dari keluarga yang tidak patuh dalam terhadap ajaran yang disampaikan oleh Syekh Mahmud Abdullah.