Abstrak
ABSTRAK Al Hadid, NIM 4119031, Judul Skripsi: “Historisitas Al-Qur’an Menurut Theodore Noldeke dan M. Abid Al-Jabiri”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukittinggi 2023 M. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seiring nerkembangnya zaman maka adanya kajian-kajian orientalis yang dilakukan terhadap Al-Qur’an dan Nabi Muhammad serta ilmuan muslim yang berupaya untuk menjawab dan menyeselsaikan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kaum orientalis terhadap Islam. Seperti yang dilakukan Theodore Noldeke seorang orientalis berkebangsaan Jerman dengan bukunya berjudul The History of Qur’an dan tokoh Muslim bernama M. Abid Al-Jabiri dengan bukunya yang berjudul Fahmul Qur’an. Oleh karena itu untuk memahami tuduhan yang dilontarkan Theodore Noldeke dan bantahan yang disampaikan M. Abid Al-Jabiri dibutuhkan pengkajian yang lebih dalam untuk menemukan historisitas Al-Qur’an menurut dua tokoh tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian library research, metode yang digunakan yaitu komparatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan studi perbandingan tokoh. Dimana metode yang digunakan menghasilkan terungkapnya Historisitas Menurut Theodore Noldeke dan M. Abid Al-Jabiri. Informan inti dalam penelitian ini yaitu buku karangan Theodore Noldeke dengan judl The History of Qur’an dan buku karangan M. Abid Al-Jabiri dengan judul Fahmul Qur’an. Hasil penelitian yaitu: Pertama, Theodore Noldeke mengatakan bahwasannya Al-Qur’an merupakan jiplakan atau plagiasi dari ajaran Yahudi dan Nasrani baik itu narasi dan hukum yang ditawarkan, dimana hal ini disebabkan ditemukannya 14 kosa kata yang serupa dengan kitab Taurat dan Injil. M. Abid Al-Jabiri menyanggah pandangan Theodore Noldeke tersebut dengan mengatakan bahwa memang pada dasarnya Yahudi, Nasrani, dan Islam adalah agama Ibramiyah yang diturunkan oleh Allah SWT jadi tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa kosa kata yang terlihat sama, namun apa yang ditawarkan Yahudi dan Nasrani serta apa yang ditawarkan Islam dalam Al-Qur’an sangatlah jauh berbeda, itu disebabkan Islam turun sebagai agama Ibrahimiyah terkahir yang bertujuan untuk melengkapi ajaran-ajaran yang telah hadir sebelumnya. Kedua, Theodore Noldeke mengatakan bahwa sifat ummi Nabi Muhammad SAW menjadikan Al-Qur’an tidak otentik, Noldeke mengatakan bahwasannya sifat ummi Nabi Muhammad SAW bukanlah tidak mengetahui baca tulis namun tidak mengetahui literatur kitab-kitab terdahulu, hal ini juga disanggah oleh M. Abid Al-Jabiri dimana dirinya menjelaskan tidak ada satupun riwayat yang konkrit yang mengatakan bahwasannya Nabi Muhammad SAW pernah dan pandai membaca, tuduhan yang dilontarkan hanya bersifat egosentrisme semata. Kata Kunci: Historisitas, Theodore Noldeke, M. Abid Al-Jabiri.