Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Masitho NIM 3319140, Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech Djamil Djambek Bukittinggi, Dengan judul “Peran PT. PNM Mekaar Syariah Dalam Mengembangkan UMKM Melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, Di Kauman Selatan, Nagari Tanjung Betung, Kabupaten Pasaman”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebagian besar nasabah banyak yang menggunakan pembiayaan yang diberikan PT. PNM Mekaar Syariah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan PT. PNM Mekaar Syariah dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran PT. PNM Mekaar Syariah dalam mengembangkan UMKM di Kauman Selatan dan pemanfaatan pembiayaan yang diberikan oleh PT. PNM Mekaar Syariah bagi ibu-ibu dalam mengembangkan UMKM. Adapun jenis penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif, untuk jenis dan sumber data menggunakan data primer dan data sekunder, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara penulis dengan 10 orang informan. Serta teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu peran PT. PNM Mekaar Syariah dalam mengembangkan UMKM di kauman Selatan, Nagari Tanjung Betung Kabupaten Pasaman, dilihat dari segi keuangan, pemasaran, produk/teknologi dan sumber daya manusia Sedangkan pegelolaan dan pemanfaatan pembiayaan yang diberikan PT. PNM Mekaar Syariah bagi ibu-ibu dalam mengembangkan UMKM dilihat dari segi pembiayaan dan pengelolaan dana. Hal tersebut diketahui dari hasil wawancara dengan 10 informan yang mengatakan bahwasanya nasabah terkendala dalam mengembangkan UMKM pada bagian pemasaran dan produk/teknologi, itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan mengenai pangsa pasar, kurangnya informasi, minimnya tingkat pendidikan, kurangnya peralatan dalam membuat produk dan menyimpan produk serta kurangnya pemahaman dan pengawasan dalam menggunakan pembiyaan untuk mengembangkan UMKM.