Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Persepsi Masyarakat Kota Bukittinggi Mengenai Waktu Tunggu Terhadap Keputusan Berangkat Haji di Kementerian Agama Kota Bukittinggi” ditulis oleh Saskia Dewi dengan NIM 3619008, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Negeri Islam Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Ibadah Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang memenuhi kriteria istitha’ah, antara lain mampu secara materi, fisik, dan mental. Di Indonesia, pemerintah mengatur jumlah jamaah haji dengan sistem kuota haji. Karena kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab juga terbatas. Maka, masa tunggu pemberangkatan haji setiap tahunnya juga ikut meningkat. Hal ini juga dipengaruhi oleh penundaan keberangkatan pada tahun sebelumnya dan masa tunggu di Provinsi Sumatera Barat mencapai 50 tahun pada saat sekarang. Lamanya waktu tunggu haji ini mempengaruhi pandangan masyarakat Kota Bukittinggi yang telah mendaftarkan diri untuk haji. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti mengadakan penelitian ini dengan tujuan untuk mengkaji serta mendeskripsikan pandangan masyarakat mengenai waktu tunggu dan bagaimana keputusan mereka setelah diberlakukannya kebijakan waktu tunggu haji. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini bersifat deskriptif dan jawaban permasalahannya dicari melalui studi lapangan. Untuk mendapatkan data yang valid, maka data tersebut dikumpulkan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil yang didapat kemudian dianalisis dengan cara mendeskripsikan serta menguraikan secara rinci sehinggga mudah untuk dipahami. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, persepsi masyarakat Kota Bukittinggi mengenai waktu tunggu sebagian besar calon jamaah haji belum memahami adanya waktu tunggu yang lama pada saat sekarang ini. Selain itu, persepi masyarakat mengenai keputusan berangkat haji mengalami pergeseran tingkat persepsi, yakni melihat semua permasalahan-permasalahan yang ada dan telah mempertimbangkan faktor usia dan kesehatan inilah, sebagian mereka memutuskan melanjutkan niatnya untuk menunggu keberangkatan, dan sebagaian lagi memilih untuk membatalkan hajinya dan memilih umrah serta Haji Plus sebagai solusinya.