Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Persepsi Masyarakat Mengenai Keterbukaan Informasi Aparatur Kelurahan Dalam Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Tarok Dipo Kota Bukittinggi”, yang disusun oleh Aziza Nabela, NIM 3222020, pada Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kemiskinan masih menjadi permasalahan sosial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, salah satunya melalui pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bentuk bantuan sosial bersyarat. Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketepatan sasaran, tetapi juga oleh keterbukaan informasi serta persepsi masyarakat terhadap aparatur kelurahan dalam pengelolaan dan penyampaian informasi PKH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat Kelurahan Tarok Dipo Kota Bukittinggi terhadap keterbukaan aparatur kelurahan dalam memberikan informasi mengenai PKH serta mengkaji keterkaitannya dengan prinsip maqāṣid syarī‗ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari aparatur kelurahan, pendamping sosial, serta masyarakat penerima dan nonpenerima PKH. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan informasi mengenai PKH di Kelurahan Tarok Dipo telah dilaksanakan, namun belum sepenuhnya dipahami secara merata oleh masyarakat. Perbedaan persepsi masyarakat dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman terhadap perubahan sistem pendataan dari DTKS ke DTSEN serta kurang optimalnya penyampaian informasi secara menyeluruh. Ditinjau dari perspektif maqāṣid syarī‗ah, pelaksanaan PKH di Kelurahan Tarok Dipo relevan dengan tujuan menjaga jiwa (ḥifẓ an-nafs), menjaga akal (ḥifẓ al-„aql), dan menjaga harta (ḥifẓ al-māl), karena program ini berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar, mendukung pendidikan, dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga miskin. Kesimpulan penelitian ini menunjukk an bahwa peningkatan keterbukaan informasi dan pemahaman masyarakat sangat diperlukan agar pelaksanaan PKH dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan prinsip keadilan sosial serta nilai-nilai maqāṣid syarī„ah. Kata kunci: Program Keluarga Harapan, Persepsi Masyarakat, Keterbukaan Informasi, Maqāṣid Syarī‘ah