Abstrak
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Anak Tunagrahita Tingkat SMPLB di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bukittinggi” yang ditulis oleh Nining Arianti, NIM 2118187, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2022 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi awal peneliti tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam pada anak tunagrahita yang penulis lihat. Guru PAI di SLB tersebut hanya guru PAI umum yang tidak berpendidikan khusus untuk profesi guru SLB, dalam perencanaan pembelajaran yang didesain pada RPP belum sepenuhnya dapat dilaksanakan sesuai perencanaan, dalam proses pembelajaran sulit bagi guru dalam menjelaskan dan menyampaikan materi karena setiap anak harus dilayani dengan cara yang berbeda-beda dikarenakan kemampuan siswa yang berbeda-beda, tidak tersedianya buku-buku pembelajaran pendidikan agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan pembelajaran pendidikan agama islam pada anak tunagrahita tingkat SMPLB Kelas VIII di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bukittinggi dan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama islam pada anak tunagrahita tingkat SMPLB Kelas VIII di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan 2 informan, yakni guru PAI tingkat SMPLB sebagai informan kunci dan kelapa sekolah sebagai informan pendukung. Berdasarkan hasil penelitian, 1) Perencanaan pembelajaran PAI pada anak tunagrahita kelas VIII, sebelum memberikan materi pembelajaran guru PAI membuat RPP terlebih dahulu secara tertulis sebagai patokan/pedomannya dalam proses pembelajaran dan RPP disusun sesuai dengan ketentuan kurikulum 2013. Akan tetapi, SK dan KD diturunkan mengingat kemampuan siswa tunagrahita tersebut. 2) Proses pembelajaran PAI pada anak tunagrahita kelas VIII ada tiga kegiatan di dalamnya, yaitu pada kegiatan awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan akhir/. Pada kegiatan awal/pendahuluan mengkondisikan siswa, memberi motivasi, apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada kegiatan inti menyampaikan materi dengan metode dan media yang sudah disiapkan. Dalam kegiatan akhir/penutup, guru PAI menyimpulkan materi dan evalusai dengan cara tanya jawab dan melakukan latihan. Akan tetapi kegiatan tersebut belum semuanya berjalan dengan baik. Seperti pada kegiatan awal, dalam pelaksanaannya tidak memberikan motivasi sebelum melaksanakan pembelajaran. Selain itu, pada kegiatan inti, kegiatan tindak lanjut juga tidak terlaksana dikarenakan kemampuannya tadi.