Abstrak
Skripsi ini berjudul “Strategi Dakwah Ustadz Datuak Magguang Dalam Kajian Subuh Di Surau Mudiak Jorong Maur Kecamatan Mungka” yang disusun oleh Rahma Hasanah dengan Nim: 4318013. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin menjadi pedoman serta acuan tatanan dari kerangka hidup manusia, dan kegiatan dakwah sebagai penunjang dari penyebaran ajaran Islam. Kegiatan kajian Subuh menjadi salah satu sarana sebagai penyampaian nilai-nilai Islam, Ustadz Datuak Mangguang menyiarkan dakwah ditengah-tengah masyarakat yang memerlukan solusi dari setiap permasalahan dikehidupan mereka, dengan mengajak masyarakat untuk lebih dahulu menguatkan fondasi keimanan dan mendekatkan diri pada Allah membuat jama’ah memiliki minat untuk mengikuti kajian Subuh. Tentunya untuk mengajak dan menyampaikan pesan dakwah kepada mad’u dibutuhkan strategi yang tepat agar sasaran dakwah tertarik untuk terlibat dalam kegiatan dakwah ini, melalui kegiatan kajian Subuh Ustadz selaku dai mengimplementasikan strategi dakwah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sementra itu penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fenomena sosial secara mendalam tentang Strategi Dakwah Ustadz Datuak Mangguang Dalam Kajian Subuh Di Surau Mudiak Jorong Maur Kecamatan Mungka. Penelitian ini menggunakan teori Abu Al-Fath Al-Bayanuni tentang strategi dakwah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah yang digunakan oleh Ustadz Datuak Mangguang dalam Kajian Subuhnya meliputi strategi Sentimentil Rasional dan Indrawi yang didimplementasikan kedalam bentuk kegiatan cermah diskusi dan tanya jawab. Sedangkan faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dari terlaksanakannya syiar dakwah dari Ustadz Datuak Mangguang yaitu didukung dengan faktor ilmu keagamaan yang Ustadz punya dan lingkungan sekitar yang menjadi sasaran dari tujuan pesan dakwah, serta jama’ah yang memiliki minat yang tinggi untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kajian Subuh. Sebaliknya faktor pennghambat dari terlaksananya kegiatan ini dipengaruhi oleh waktu dan cuaca.