Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama Refni Rahmat Julia NIM. 4617029 Program Studi Sosiologi Agama berjudul “ PERILAKU KEAGAMAAN PEDAGANG KAKI LIMA PASAR PITA BUNGA DALAM MENYIKAPI PANDEMI COVID-19”. Sebagai makhluk sosial manusia harus bisa memenuhi kebutuhan hidup meraka dan harus bisa melakukan interaksi satu sama lain. Dalam menjalankan kehidupan manusia sangat membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial manusia diberikan akal dan fikiran untuk melakukan suatu tindakan agar mereka bisa membedakan yang baik dan salah. Dalam menjalankan kehidupan manusia harus bisa berperilaku sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari manusia akan berhubungan dengan agama karena agama bisa membentuk karakter manusia dan agama dijadikan sebagai petunjuk dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku keagmaan para pedagang kaki lima di Pasar Pita Bunga dalam menyikapi pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskripstif yang menekankan pada aspek kedalam informasi yang didapatkan melalui wawancara dan juga melakukan observasi di lapangan penelitian yaitu di Pasar Pita Bunga. Dalam pengumpulan data penelitian peneliti terlibat langsung dalam kegiatan di pasar dan informasi juga didapat dari informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa para pedagang kaki lima ini berjualan di pinggir jalan dan di pinggir Pasar Pita Bunga. Perilaku keagamaan para pedagang kaki lima selama pandemi juga mengalami perubahan. Perilaku keagamaan pedagang kaki lima dalam menyikapi pandemi Covid-19 yaitu berdasarkan spiritualitasnya ada tiga yaitu adanya siifat lebih mendekatkan diri kepada Allah, adanya sifat acuh tak acuh dan ada juga dari pedagang yang menyerahkan semua takdir mereka kepada Allah SWT. kemudian ada juga dari segi sosial keagamaan yaitu: hubungan pedagang dengan Allah, hubungan pedagang dengan pedagang dan hubungan pedagang dengan pembeli. Pada saat pandemi Covid-19 muncul perilaku keagamaan pedagang kaki lima juga ikut berubah. Pedagang kaki lima ada lebih meilih melakukan sholat tepat waktu yang dilakukan di mushola pasar dan ada juga yang memilih melaksanakan sholat Zuhur di rumah masing-masing dan pedagang kaki lima juga mengalami penuruanan dalam bersedakah. Pada saat berjualan pedagang kaki lima tidak pernah terlibat konflik antara sesama pedagang.