Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

SEJARAH KESENIAN GORDANG SAMBILAN DI JORONG SUNGAI TANANG KECAMATAN SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT (1973-2020)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•4 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Karya ilmiah dalam bentuk skripsi ini berjudul Sejarah Kesenian Gordang Sambilan Di Jorong Sungai Tanang Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat (1973-2020) yang disusun oleh Tiara Desthy Afrina Nasution Nim 4417001 Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Sungai Tanang merupakan salah satu jorong di Pasaman Barat yang seluruh masyarakatnya ber etnis Mandailing yang berasal dari Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Masyarakat Mandailing sendiri terkenal dengan kesenian tradisionalnya yaitu Gordang Sambilan. Di tahun 1973 kesenian ini mulai muncul di Sungai Tanang yang digagas oleh para ninik mamak di Sungai Tanang. Di tahun 2006 kesenian Gordang Sambilan ini semakin berkembang di masyarakat dengan lebih terbukanya kesenian ini terhadap budaya lain di Pasaman Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal mula masuknya kesenian Gordang sambilan ke Sungai Tanang dan dan perkembangan kesenian Gordang Sambilan sejak tahun 1973 sampai 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-naratif. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah. Langkah-langkah dalam penelitian sejarah mencakup: 1) Heuristik yaitu tahap pengumpulan sumber yang terbagi menjadi dua yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang didapatkan ialah hasil wawancara dengan tokoh-tokoh penggiat Gordang Sambilan sedangkan sumber sekundernya berupa buku, skripsi, dan jurnal; 2) Kritik Sumber yang terbagi menjadi dua yakni kritik eksternal dan kritik internal; 3) Interpretasi berarti menafsirkan atau memberi makna pada fakta-fakta atau bukti-bukti sejarah yang diperoleh selama penelitian; 4) Historiografi yaitu penulisan penelitian dalam bentuk skripsi yang berpedoman pada Pedoman Penulisan Skripsi Prodi SPI IAIN Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gordang Sambilan dibawa pertama kali oleh Raja Tamrin Sutan Barayun yang merupakan penghulu kampung di Sungai Tanang pada tahun 1973 yang hanya bertahan selama satu tahun dan mengalami kevakuman hingga di tahun 1998 dimunculkan kembali oleh anaknya yang bernama H. Basrah Lubis Raja Junjungan dan juga mengalami kevakuman hingga akhirnya di tahun 2006 muncul kesadaran dari ninik mamak dan pengurus kampung untuk menghidupkan kembali Gordang Sambilan untuk yang ketiga kalinya. Semenjak tahun 2006 hingga sekarang kesenian Gordang Sambilan ini masih tetap eksis di masyarakat dan memiliki peranan-peranan penting dalam masyarakat khususnya masyarakat Pasaman Barat dan sekitarnya.

Kata kunci

Sejarah, Kesenian, Gordang Sambilan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1SEJARAH KESENIAN GORDANG SAMBILAN DI JORONG SUNGAI TANANG KECAMATAN SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT (1973-2020)2021 · oai:ais:skripsi:8971

Publikasi terkait