Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Sistim ujrah/upah pada buruh cuci Di nagari sungai puar jorong sungai puar kecamatan palembayan sumatera barat Di tinjau dari fiqih muamalah (studi kasus di jorong sungai puar kecamatan palembayan )

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)•7 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “SISTIM UJRAH /UPAH PADA BURUH CUCI DI NAGARI SUNGAI PUA JORONG SUNGAI PUAR DI TINJAU DARI FIQH MUAMALAH ( Studi Kasus di Nagari Sungai Puar Jorong Sungai Puar Kecamatan Palembayan Kabupten Agam Sumatera Barat )”Fakultas Syari’ah Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2020 M. adapun yang dimaksud dari judul ini adalah bagaimana sistim upah pada buruh cuci yang diatur dalam fiqh muamalah. Alasan penulis mengangkatkan masalah ini menjadi sebuah karya ilmiah berbentuk skripsi karena penulis melihat adanya ketimbangan yang terjadi di kalangan buruh cuci dalam menerima upah dari majiakan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai upah mengupah ini dan bagaimana pandangan fiqh muamalah melihat praktek upah mngupah tersebut. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana sebenarnya pelaksanaan sistim ujrah serta bagaimana pandangan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan pengupahan yang terjadi di beberapa buruh di Jorong Sungai Puar . Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif. Dikatakan bersifat kualitatif karena data-data yang disajikan merupakan data berupa fenomena yang terjadi di lapangan yang bersifat kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini mencoba menggambarkan dan menerangkan bagaimana sebenarnya pelaksanaan ijarah dan pandangan fiqh muamalah terhadap upah mengupah tersebut. Dalam mengumpulkan data penulis mewawancarai 4 orang narasumber yang dirasa mampu memberikan data yang penulis butuhkan dalam penelitian ini. Setelah data didapatkan, selanjutnya data akan dianalisa dengan metode induktif dan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistim Ujrah/Upah pada buruh cuci pakaian di lakukan secara lisan yang mana majikan meminta buruh cuci pakaian untuk bekerja di rumahnya tanpa menginap, sebelum buruh bekerja majikan menjelaskan mengenai bentuk kerja yang akan dilakukan oleh buruh, waktu kerja, mengenai upah yang akan di terima oleh buruh, buruh yang bekerja tersebut rata-rata adalah orang yang tinggal di Jorong Sungai Puar ,sistim ujrah/upah buruh cuci pakaian di Jorong Sungai Puar secara per bulan yang mana pendapatan setiap buruh berbeda-beda.Sistim pengupahan buruh cuci pakaian di Jorong Sungai Puar adanya ketidak sesuaian dengan konsep Muamalah,kesesuaian tersebut terletak pada upah yang di terima oleh pihak buruh yang mana ada buruh cuci pakaian yang mendapatkan upah yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan di karenakan adanya penambahan upah yang di terima oleh para buruh sehingga buruh tersebut merasa ketikadilan antara kewajiban yang dilaksanakan dengan hak yang diterima.Karena dalam Muamalah salah satu prinsip ujrah/upah adanya keadilan, adil yang di maksud yaitu adanya keseimbangan antara kewajiban yang dilakukan dengan hak yang diperoleh sehingga pihak majikan menerima manfaat atas jasa yang diberikan oleh buruh sedangkan pihak buruh menerima imabalan berupa upah atas pekerjaan yang ia laksanakan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan ataupun terzalimi.

Kata kunci

Ijarah.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Sistim ujrah/upah pada buruh cuci Di nagari sungai puar jorong sungai puar kecamatan palembayan sumatera barat Di tinjau dari fiqih muamalah (studi kasus di jorong sungai puar kecamatan palembayan )2026 · oai:ais:skripsi:7609

Publikasi terkait