Abstrak
Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Anak Usia Sekolah Di Era Modern. Tesis Program Pasca Sarjana IAIN Bukittinggi. Pendidikan Islam melalui pendekatan nilai pendidikan religius menjadi sebuah wacana dalam pendidikan karakter. Tahapan pertama peneliti mengindikasikan persoalan pendidikan berbasis nilai. Kemudian tahapan kedua pendidikan agama Islam sebagai sumber pendidikan berbasis nilai religius. Tahap ketiga urgensi pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter secara berbasis nilai pendidikan religius. Melalui tiga tahapan tersebut melahirkan sebuah kerangka berfikir untuk melakukan penelitian mengenai program penguatan pendidikan karakter berbasis nilai pendidikan religius. Dalam UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan peserta didik serta membentuk karakter peradaban bangsa yang beradab bermartabat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam PP No. 17 tahun 2010 pasal 17 ayat 3 menyebutkan bahwa iman taqwa, akhlak, pribadi luhur, berilmu, cakap, kritis inovatif kreatif, sehat mandiri, toleran dan peka sosial serta demokratis bertanggungjawab merupakan tuntutan pendidikan berbasis karakter religius yangs sangat kental. Sementara dalam INPRES No. 1 tahun 2010 menyatakan bahwa kurikulum dan metode pembelajaran berdasarkan nilai budaya bangsa dan karakter bangsa. Pembinaan kepeserta didik dalam PERMENDIKNAS No. 39 tahun 2008 menegaskan pentingnya pembinaan karakter peserta didik. Perpres No. 87 tahun 2017 tentang 5 pilar utama program penguatan pedidikan karakter yaitu nilai religius, integritas, nasionalis, mandiri, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut perlu dikembangkan, karena nilai-nilai yang telah disebutkan di atas akan mandul ketika nilai-nilai tersebut tidak dikembangkan dengan model pengembangan nilai-nilai itu. Lagi pula manusia adalah makhluk yang selalu tumbuh dan berkembang, seiring tuntutan zaman yang semakin hari semakin maju dan modern. Diharapkan sekolah-sekolah mampu mengembangkan nilai-nilai tersebut, sehingga akan mampu mengantarkan peserta didik yang berkualitas dan bermartabat. Setidaknya ada tiga hal penting permasalahan pengembangan pendidikan agama Islam, hal ini , ditemukan adanya tiga peta paradigma pengembangan pendidikan agama Islam, yaitu Paradigma Dikotomis, Paradigma Mechanism, dan Paradigma Organism atau Sistemik. Permasalahan yang menjadi tantangan terbesar bagi umat manusia khususnya di Indonesia saat ini adalah merebaknya wabah virus corona atau yang dikenal dengan istilah COVID 19. Menurut berbagai penemuan data terungkap bahwa virus ini bersumber dari karakter buruk manusia yaitu tidak mencintai kebersihan. Bahaya tersebut merupakan salah satu karakter manusia yang suka melanggar aturan agama. Karakter yang tidak religious ini mengantarkan manusia menjadi predator terhadap manusia lain dengan potensi menularkan virus yang sangat berbahaya sebagai pemusnah masal. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Teknik pengembangannya menghasilkan analisis kepustakaan. Jenis penelitan yang dilakukan dalam hal ini adalah studi paradigmatif, disebut juga penelitan literatur. Jenis penelitian ini termasuk juga jenis penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan, dengan diperolehnya data (berupa kata dan tindakan), sering digunakan untuk menghasilkan teori yang timbul dari hipotesis-hipotesis seperti dalam penelitan lainya. Atas dasar itu penelitian pustaka bersifat “generating theory” bukan “hypothesis testing”, sehingga teori yang dihasilkan berupa teory substantif. Peneliti kepustakaan memerlukan ketajaman analisis, objektivitas, sistematik, dan sistemik sehingga diperoleh ketetapan dalam interpretasi, sebab hakikat dari suatu fenomena atau gejala bagi penganut kepustakaan dalam totalitas atau gestalt. Pertimbangan peneliti dalam penggunaan dan penafsiran makna yang terkandung didalam fenomena temuan sangat diperlukan. Keyword: Urgensi Pendidikan Agama Islam, Nilai-Nilai Karakter Religius