Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “PENERAPAN METODE MURAJA’AH DALAM MENGHAFAL AL-QURAN (STUDI LIVING QURAN) DI SDIT CAHAYA HATI KECAMATAN ABTB BUKITTINGGI” maka yang dimaksud dengan judul tersebut adalah pratek suatu metode dalam menghafal Alquran. Alquran adalah kitab Allah, yang merupakan satu-satunya kitab suci yang kemurniannya dijamin oleh Allah. Salah satu bentuk penjagaan terhadap Alquran itu ialah banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang menggalakkan program Tahfizh Alquran yakni menjaga Alquran dalam bentuk hafalan. Salah satunya pada lembaga pendidikan di SDIT Cahaya Hati Kecamatan ABTB Bukittinggi. Menghafal Alquran merupakan suatu kegiatan yang sangat mulia dan memiliki keutamaan yang besar. Allah SWT berfirman dalam surat Alqamar ayat 17, sungguh telah kami mudahkan Alquran itu untuk diingat, maka adakah orang yang akan mengingatnya? dalam proses menghafal Alquran yang dilakukan oleh siswa di SDIT Cahaya Hati Kecamatan ABTB Bukittinggi terdapat beberapa metode yang mereka pakai, salah satu metode yang digunakan dalam menghafal Alquran adalah metode muraja’ah, demi mengoptimalkan hafalan. Oleh karena itu, penilitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode muraja’ah dalam menghafal Alquran dan kendala-kendala dalam menghafal Alquran yang ada di SDIT Cahaya Hati kecamatan ABTB Bukittingi. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian living Quran, dengan mengedepankan tradisi yang menggejala (fenomena) di masyarakat dilihat dari persepsi kualitatif. informan penelitian ini adalah guru tahfiz dan kepala sekolah. Sedangkan subjek penelitian adalah siswa kelas II SDIT Cahaya Hati Kecamatan ABTB Bukittinggi. Teknik pengumpulan yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa SDIT Cahaya Hati Kecamatan ABTB Bukittinggi bahwa, penerapan metode muraja’ah ini dilaksanakan satu kali dalam seminggu, sekaligus pertemuan dengan ustadz dan ustadzah dengan cara membimbing dan membacakan ayat demi ayat Alquran yang telah ditargetkan, kemudian diikuti oleh anak-anak. Apabila santri telah memahami bacaan dengan benar, disetorkan kepada ustadz dan ustadzah, dan terakhir santri mengulang kembali hafalan bersama teman dengan mengulang hafalan sebelumnya terlebih dahulu sebelum lanjut kepada hafalan yang baru. Dari penerapan metode muraja’ah ini membuktikan, bahwa siswa yang masih duduk dibangku kelas II SD telah hafal sebanyak 1/5 juz, I juz, dan II Juz. Metode muraja’ah ini digunakan pada semua tinggat hafalan Alquran di SDIT Cahaya hati. Dan tahfidz Alquran ini menjadi program unggulan di SDIT Cahaya Hati. Adapun kendala yang dihadapi dalam penerapan Metode Muraja’ah ini yang paling utama ialah rasa sifat malas, siswa tidak fokus, dan adanya kemiripan pada ayat.