Abstrak
Putri Wahyuni, NIM. 2115058 Judul Skripsi “Pemikiran Mahmud Yunus Tentang Metode Pendidikan Islam”. Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruann, IAIN Bukittinggi, 2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pserta didik yang tidak minat belajar agama Islam karena merasa jenuh dengan materi ajar yang dipelajari dengan tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Diperkirakan penyebab dari permasalahan yang terjadi pendidik tidak memakai metode yang tepat dalam mengajarkan materi pembelajaran. Dalam proses pembelajaran pendidik harus bisa memilih metode yang cocok dengan materi pembelajaran sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan tercapainya tujuan Pendidikan Islam. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Pemikiran Mahmud Yunus mengenai Metode Pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Penelitian studi pustaka dilakukan dengan menganalisis dari beberapa sumber yaitu buku, jurnal, artikel, maupun pendapat orang lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini ialah: reduksi data yaitu merangkum materi dan memilih pokok-pokok tema, penyajian data yaitu menyusun materi menjadi satu bagian, penarikan kesimpulan yaitu menarik kesimpulan dari beberapa materi yang sudah dicari. Hasil penelitian tentang pemikiran Mahmud Yunus menunjukkan bahwa metode Pendidikan Islam bervariasi sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik. Metode mengajarkan Al-qurán Hadits untuk SD dengan metode Talqin yaitu pendidik membacakan, kemudian diikuti oleh peseta didik. Metode pendidikan Al-qurán Hadits untuk tingkat SMP dan SMA materi yang bersifat fakta disampaikan dengan metode ceramah. materi yang menuntut keterampilan disampaikan dengan metode latihan (drill). Dalam mengajarkan Akidah Akhlak untuk SD dengan metode bercerita, pembiasaan, dan keteladanan serta pergaulan yang baik. Sedangkan mengajar Akidah Akhlak untuk SMP dan SMA lebih banyak memakai metode tanya jawab dan pemberian contoh. Metode mengajarkan fiqih untuk SD lebih banyak memakai metode demontrasi dan praktek. Sementara untuk SMP dan SMA memakai metode ceramah dan tanya jawab. Metode pengajaran SKI di SD memakai metode kisah. sementara di SMP dan SMA memakai metode ceramah yang diselingi dengan tanya jawab.