Abstrak
Putri Rahmadani, NIM. 4115003, Judul Skripsi: “Makna ummiyyi Perspektif Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka.” Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi 2019. Di tengah perkembangan teknologi dan pengetahuan yang pesat saat ini, banyak terlahir ilmuan dan intelektual dari berbagai spesifikasi ilmu tertentu, baik mereka Muslim maupun Non Muslim. Penulis melihat ada kaum intelektual yang terlalu mengedepankan akal semata, sehingga tidak mau menerima kebenaran wahyu Allah, ada juga yang sengaja membuat keraguan terhadap Al-Quran. Sebagai contoh mereka mengatakan,” bahwa Muhammad merupakan seorang ahli sastra yang tidak tertandingi, kemampuan sastranya sangat tinggi, sehingga ia mampu menciptakan karya sastra seperti Al-Quran “. Realitas ini berbeda dengan teks al-Qur’an dalam surat Al-A’raf: 157-158. Penulis tertarik untuk membahas mengenai ummiyyi ini. Salah satu tokoh yang membahas ummiyyi adalah Buya Hamka. Beliau memiliki penafsiran tersendiri mengenai ummiyyi. Penulis akan membahas bagaimana redaksi kata ummiyyi dalam Al-Quran, bagaimana Buya Hamka menjelaskan makna ummiyyi, serta analisis terhadap perspektif Buya Hamka dan hikmah yang terkandung dalam kata tersebut. Di zaman sekarang ini membaca dan menulis merupakan suatu keharusan dan menjadi salah satu faktor penentu kecerdasan dan keberhasilan seorang individu. Lalu bagaimana dengan Rasulullah yang disebutkan Allah sebagai nabi yang iliterasi?, bagaimanakah cara pemahaman terhadap ayat-ayat yang di dalamnya terdapat penjelasan mengenai nabi yang iliterasi dan hal-hal yang berkaitan dengannya?. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, karena penelitian ini berkaitan dengan al-Qur’an maka penulis menggunakan metode pendekatan penafsiran al-Qur’an dengan metode maudhu’i. Sumber data penelitian ini yaitu sumber primer diambil dari kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari kitab tafsir lainnya seperti kitab Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah, dan Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim serta dari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa Menurut Buya Hamka ummiyyi artinya orang yang tidak pandai menulis dan membaca. Kata ini ditujukan kepada Nabi Muhammad, kaum Arab, dan Bani Israil dan Yahudi yang hidup saat syariat Islam mulai muncul. Rasulullah adalah sosok nabi yang cerdas, karena beliau mampu membuat perubahan yang baik dan menyeluruh tanpa ada belajar seperti kita sekarang. Tidak bisa membaca dan menulis atau iliterasi bukanlah halangan bagi beliau untuk membuat perubahan yang lebih baik, karena beliau mendapat ilmu langsung dari Allah.